Minggu, 08 September 2013

SONGS FOR THE KING


Tidak semua orang memahami manfaat dari pujian penyembahan berupa nyanyian dan musik yang dipersembahkan kepada Tuhan. Itulah sebabnya mereka menyanyi sekedarnya atau asal-asalan. Nyanyian kepada Tuhan bukanlah sebatas lirik-lirik dan nada-nada yang dilantunkan, tetapi ada kuasa dan berkat di dalamnya! Saat membaca Alkitab, saya menemukan 10 berkat saat kita menyanyikan lagu yang ditujukan kepada Tuhan!

1. Nyanyian mengundang hadirat dan kemuliaan Allah untuk dinyatakan di tengah-tengah kita.

2 Tawarikh 5:13-14 "Lalu para peniup nafiri dan para penyanyi itu serentak memperdengarkan paduan suaranya untuk menyanyikan puji-pujian dan syukur kepada TUHAN. Mereka menyaringkan suara dengan nafiri, ceracap dan alat-alat musik sambil memuji TUHAN dengan ucapan: "Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya." Pada ketika itu rumah itu, yakni rumah TUHAN, dipenuhi awan, sehingga imam-imam itu tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian oleh karena awan itu, sebab kemuliaan TUHAN memenuhi rumah Allah."

Mazmur 22:4, Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.”

2. Nyanyian membangun kekuatan.

Mazmur 59:17 "Tetapi aku mau menyanyikan kekuatan-Mu, pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu; sebab Engkau telah menjadi kota bentengku, tempat pelarianku pada waktu kesesakanku."

3. Nyanyian membungkam kekuatan musuh.

Matius 21:16b "belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?"

Mazmur 8:3 "Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.”

I Sam 16:23, Sejak itu, setiap kali Saul didatangi roh jahat itu, Daud mengambil kecapinya dan memainkannya. Lalu Saul merasa tenang dan nyaman lagi, karena ditinggalkan oleh roh jahat itu.”

4. Nyanyian menggerakkan Allah berperang bagi kita.

Mazmur 21:14 "Bangkitlah, ya TUHAN, di dalam kuasa-Mu! Kami mau menyanyikan dan memazmurkan keperkasaan-Mu."

2 Tawarikh 20:21-22 "Setelah ia berunding dengan rakyat, ia mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian untuk TUHAN dan memuji TUHAN dalam pakaian kudus yang semarak pada waktu mereka keluar di muka orang-orang bersenjata, sambil berkata: "Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi TUHAN, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"
Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat TUHANlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah."

5. Nyanyian melepaskan belenggu dan membawa kemerdekaan.

Kisah Para Rasul 16:25-26 "Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.
Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua."

Mazmur 71:23 "Bibirku bersorak-sorai sementara menyanyikan mazmur bagi-Mu, juga jiwaku yang telah Kaubebaskan."

6. Nyanyian membawa orang untuk takut dan percaya kepada Tuhan.

Dengan Nyanyian kita memuliakan Allah di hadapan bangsa-bangsa dan membawa mereka untuk mengenal Tuhan.

Mazmur 40:4 "Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN."

Mazmur 89:2 "Aku hendak menyanyikan kasih setia TUHAN selama-lamanya, hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun."

7. Nyanyian membajak hati kita sehingga hati kita siap mendengar kabar keselamatan/Firman Allah.

Mazmur 96:2 "Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari."

Melalui ayat diatas kita memahami: sebelum keselamatan itu dikabarkan, yang harus dilakukan lebih dulu adalah menyanyi bagi Tuhan!

8. Nyanyian memperkuat iman kita kepada janji Allah, membentuk pola pikir kita menurut pola pikir yang benar (pikiran Allah).

Mazmur 119:172 "Biarlah lidahku menyanyikan janji-Mu, sebab segala perintah-Mu benar."

Roma 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”

9. Nyanyian membangun keintiman.

Mazmur 63:1-5 “Mazmur Daud, ketika ia ada di padang gurun Yehuda. Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu. Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau. Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.”

Yesaya 5:1 "Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang kekasihku, nyanyian kekasihku tentang kebun anggurnya: Kekasihku itu mempunyai kebun anggur di lereng bukit yang subur."

10. Nyanyian adalah persembahan kita kepada Allah untuk selama-lamanya dalam kekekalan.

Saat orang berkata, “Mari kita memberi persembahan!” Konotasi kita umumnya adalah mengenai kolekte / uang. Memang itu salah satunya. Tetapi persembahan kepada Allah ternyata tidak hanya uang, tetapi juga nyanyian kita! Karena itu kita harus menyanyi dengan penuh penghormatan kepada Tuhan!

Wahyu 15:2-4 "Dan aku melihat sesuatu bagaikan lautan kaca bercampur api, dan di tepi lautan kaca itu berdiri orang-orang yang telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya. Pada mereka ada kecapi Allah.
Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!
Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu? Sebab Engkau saja yang kudus; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu.""

Nyanyian yang merupakan persembahan mahal di hadapan Allah adalah nyanyian yang kita naikkan saat kita sedang berada dalam kondisi yang mungkin sepertinya kurang baik, namun kita memilih untuk mengucap syukur dan menyanyikan kebaikan-Nya! Sungguh seperti dupa yang baunya harum di hadapan Allah dan menyenangkan hati-Nya!

Mari menyanyi bagi Sang Raja dengan pewahyuan yang benar! Ada kuasa dalam nyanyianmu!

RL, Juni 2013

Sabtu, 22 Juni 2013

GOD'S ARMY (Part 2)


Sebuah kisah yang terkenal dari seorang Jenderal perang Perancis, Napoleon Bonaparte, adalah sewaktu ia memimpin pasukannya untuk menaklukkan sebuah negara. Menurut informasi mata-mata, jumlah tentara di negara tersebut hanya 500 orang karena sebagian besar sedang pergi berperang ke negara lain. Maka Bonaparte membawa 300 pasukannya yang terlatih. Tapi betapa terkejutnya ia, saat tiba di pantai musuh, menurut informasi mata-mata ternyata jumlah tentara musuh adalah 1500 orang! Maka Bonaparte membakar kapal mereka dan berkata kepada tentaranya,”Kita tidak punya kapal lagi untuk pulang, pilihan kita hanya: MENANG!” Dan mereka pun memenangkan pertempuran itu.
Rahasia kemenangan Gideon berikutnya sebagai Tentara Allah adalah:
Empat, Gideon mempunyai Tim! (6:34-35). Ia tahu ia tidak dapat memperoleh kemenangan seorang diri, ia perlu tim Tentara Allah yang memiliki visi yang sama. Aplikasi: Apa kamu punya komunitas rohani/komsel? Bagikan pengalamanmu berapa besar pengaruhnya punya komunitas rohani dengan tidak? Apa kamu suka menguatkan temanmu? Pkh 4:9-12, Ibr 10:24.  
Lima, Gideon dan 300 orang timnya punya mental prajurit! Perhatikan: Saat itu Gideon merekrut 32.000 orang tapi Tuhan “menyaring” orang-orang itu sehingga tinggal 300 orang saja. Pertama, Tuhan menyatakan bahwa orang yang bisa menjadi Tentara Tuhan adalah orang yang berani, bukan penakut (7:3). Takut melangkah, takut terhadap resiko, takut menyerahkan hidup kita, takut melayani, takut menginjil, takut bersaksi, dll. Ketakutan berasal dari iblis dan ketakutan akan mengubur seluruh talenta kita (Mat 25:25). Bahkan ketakutan dapat menjalar kepada orang lain seperti 10 pengintai pada zaman Yosua. Sebagai tentara Allah, Kita nggak punya pilihan mundur. Tentara Allah sejati tetap maju sekalipun orang lain undur. Kedua, Tuhan menyatakan bahwa untuk menjadi TentaraNya kita harus “minum air dengan tangan, bukan langsung dengan mulut seperti anjing” (7:4-7). Ini berbicara tentang karakter yang baik dan  memiliki kewaspadaan terhadap serangan musuh. Aplikasi: Bagaimana cara mengalahkan ketakutan? Bagaimana meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan musuh?
            Enam, Gideon mempunyai Komandan yaitu Tuhan sendiri! Gideon tidak berperang tanpa perintah / strategi. Ia bisa mati konyol tanpa dipimpin Tuhan. Tuhan yang mengutusnya untuk menyelamatkan bangsa (6:14), menyertainya (6:16), memerintahkannya (6:25-26, 7:9), menguasainya oleh Roh Kudus (6:34), memberinya strategi perang & mengajarinya tentang senjata perang yang harus ia gunakan (7:15-18). Tuhan akan menuntun hidup kita jika kita senantiasa memilih belajar hidup taat. Gideon bertanya & Tuhan menjawab. Gideon punya HATI yang mau diajar, ditegur, diproses. Ia tidak sombong & merasa ia lebih baik dan lebih tahu dari orang lain. Ia tahu tanpa Tuhan ia bisa salah langkah. Gideon juga punya TELINGA yang peka dengan suara Tuhan, TEPAT menangkap setiap detail perintahNya. Dan ia taat persis seperti yang Tuhan mau. Sekecil apapun perintah Tuhan, ia tidak bergeser sedikitpun dari perintah itu. Ia berjalan selaras, sepadan, seirama dengan Komandan. Gideon mencapai tingkat dimana ia tidak lagi mengasihani diri sendiri. Kerinduannya adalah menyenangkan hati Komandannya. Visinya adalah menyelamatkan bangsanya!!! Aplikasi: Apakah kamu menjadikan Tuhan Komandanmu, membiarkanNya menuntunmu, mengajarmu, menegurmu, memprosesmu karaktermu? 2 Tim 2:3-4. Bagaimana mengembangkan kepekaan mendengar suara Tuhan? Yes 50:4-5. Sudahkah kamu punya hati untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang? Baca Yes 61:1-3
Tidak ada waktu untuk santai bagi seorang prajurit. Bersiaplah untuk peperangan, gerakkan para pahlawan. Selamatkan jiwa-jiwa! Kita dipanggil untuk memenangkan peperangan! Be a God’s Army!


RL, Juli 2010
Materi Saat Teduh "Jambore Pelajar Kristen Palu 2010: GOD'S ARMY"

GOD'S ARMY (Part 1)



Salah satu kisah peperangan yang ’fenomenal’ di Alkitab ada di kitab Hakim-Hakim yaitu kisah kemenangan Gideon dan 300 pasukannya versus orang Midian, Amalek, dan bangsa disebelah Timur yang banyaknya seperti belalang. Sebelumnya bangsa Israel hidup dalam tekanan, ketakutan, dan kemelaratan karena bangsa-bangsa itu menyerang, memusnahkan hasil tanah dan ternak. Bangsa Israel membuat tempat-tempat persembunyian tetapi mereka tidak dapat bersembunyi (6:1-6). Bukankah ini adalah gambaran dari kuasa dari setan-setan / roh-roh jahat yang senantiasa menyerang, merampas segala sesuatu yang baik, menekan, memenjarakan, dan membinasakan manusia? Dan serangannya itu akan semakin gencar di akhir zaman ini sebelum waktu kesudahannya tiba. Serangan iblis dapat melalui beberapa aspek yaitu melalui alam roh, melalui sistem dunia ini dengan segala kecanggihan media / teknologi, dan melalui ’musuh dalam selimut’ – daging kita.
Sobat, tidak ada pilihan lain bagi kita sebagai orang percaya. Kita harus bangkit seperti Gideon, menjadi tentara Tuhan yang tangguh, maju berperang, menang dan menyelamatkan jiwa-jiwa! 6 Rahasia kemenangan Gideon sebagai God’s Army adalah:
Satu, Gideon mengerti SIAPA dirinya! (6:11-12). Gideon sempat takut dan bersembunyi, dan itu terjadi akibat ia punya gambar diri yang salah (6:15). Tetapi Tuhan memberinya jati diri ilahi dengan berkata padanya,”Tuhan menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani!” Aplikasi: Menurutmu siapa dirimu? (si jelek/si bodoh/si lemah/si miskin/dll/pahlawan yang gagah berani)? Bagaimana cara mematahkan citra diri yang salah dan menggantinya dengan jati diri ilahi? Katakan pada dirimu,”Aku adalah pahlawan yang gagah berani!” Yoel 3:10, Yoh 1:12
            Dua, Gideon mengenal SIAPA Allahnya! (6:24). Sebelumnya Gideon negative thinking / berprasangka buruk tentang Tuhan (6:13). Pengenalan Gideon akan Allah bertumbuh setelah ia mengalami Tuhan secara pribadi (bukan hanya mendengar apa kata orang) dan mendirikan mezbah kepada Tuhan.dan berkata, ”JEHOVAH SHALLOM / Tuhan itu keselamatan!” Pengenalan kita akan Tuhan akan menentukan kemenangan kita. Aplikasi: Sejauh mana kamu mengenal Allahmu (kasihNya, kesetiaanNya, kuasaNya, dll)? Sudahkah kamu mempunyai pengalaman pribadi denganNya setiap hari? Bagaimana kondisi mezbah (saat teduh, doa, penyembahan, pembacaan Firman Tuhan) kita? Hos 6:3
            Tiga, Gideon menghancurkan Berhala! (6:25-29). Gideon tahu akar / penyebab utama kehancuran hidup mereka adalah berhala dalam hidup mereka (6:1). Berhala yang mereka sembah yang bernama ”Baal” itulah yang membuka pintu lebar-lebar bagi musuh untuk masuk dan menghancurkan mereka. Berhala zaman modern mungkin bukan lagi ’Baal’ tapi ’Uang’, ’Hobi’, ’Pacar’, ’Dosa, ’Kedagingan’, dll dapat menjadi berhala. Sesungguhnya, Berhala adalah siapapun atau apapun yang kita tempatkan diatas Tuhan / melebihi Tuhan! Aplikasi: Dosa-dosa apakah yang masih membelenggu hidupmu?Apa sajakah Berhala dalam hidupmu yang kamu tempatkan diatas Tuhan? Bagaimana cara kita untuk menempatkan Tuhan menjadi yang nomor 1 diatas segalanya? Mat 22:36-40, Mat 6:33, 1 Yoh 2:15, Gal 5:24-25      
  <<Poin 4-6 akan dilanjutkan di bagian kedua>>.
  Tidak ada waktu untuk santai bagi seorang prajurit. Kita dipanggil untuk maju dalam peperangan

RL, Juli 2010
Materi Saat Teduh "Jambore Pelajar Kristen Palu 2010: GOD'S ARMY"

Jumat, 07 Juni 2013

PARADIGM CHANGING #1: “ORANG PILIHAN TUHAN”


Kita dibentuk oleh pola pikir kita, karena itu penting bagi kita untuk mengubah pola pikir kita sesuai dengan kebenaran-Nya (Rom 12:1). Akhir-akhir ini Tuhan banyak mengubah paradigmaku melalui Firman-Nya yang hadir diberbagai peristiwa-peristiwa yang kualami. Kehadiran-Nya seperti membolak-balikkan seluruh duniaku. Semua pemahaman lama diubahkan seketika!

Salah satu pemahaman yang diubahkan Tuhan adalah pemahamanku tentang “Orang pilihan Tuhan”. Saya pengen banget share tentang hal ini. Moga-moga kamu mau baca tulisan ini sampai habis, karena pemahaman ini akhirnya mengubahkan caraku memandang diriku sendiri dan caraku memandang orang lain.

Apa yang pertama kali muncul di benak kamu saat mendengar istilah “orang pilihan Tuhan”? Seperti apakah “orang pilihan Tuhan” itu?

MULTI-TALENTED?

Beberapa bulan lalu sebuah stasiun TV meliput tentang seorang remaja laki-laki jenius kelahiran Surabaya, yang baru berusia belasan tahun tetapi sudah duduk dibangku kuliah. Remaja ini mengikuti seleksi yang ketat bersama ribuan remaja lainnya dari seluruh penjuru dunia. Lalu terpilihlah beberapa orang (termasuk dia!) untuk berada dikelas khusus di salah satu universitas terkemuka di Amerika Serikat. Di universitas tersebut, ia mengambil 2 jurusan sekaligus (Kedokteran dan Manajemen) dan ia mendapatkan Indeks Prestasi yang sempurna untuk dua jurusan tersebut!  Berbagai penghargaan telah disabet olehnya, dan bahkan ia menjadi motivator pendidikan termuda di Indonesia!

Dulu, pemahaman saya tentang orang yang dipilih Tuhan adalah orang yang dikaruniai talenta atau bakat diatas rata-rata seperti Salomo yang sanggup membuat 1000 lebih lagu dan memiliki hikmat yang luar biasa untuk mengatur pemerintahannya, melakukan perkara besar diluar akal manusia seperti Musa yang membelah lautan supaya umat yang dipimpinnya dapat menyeberang di tanah kering, menjadi pemimpin hebat dan berhikmat seperti Yusuf bin Yakub, yang memiliki kemampuan luar biasa seperti Daud yang mengalahkan raksasa Goliat, yang kelahirannya sudah dinubuatkan dan dijanjikan seperti Simson dan Yohanes Pembaptis, dan lain-lain. Pemahaman seperti ini nggak salah, tapi belum lengkap.

Lalu gimana dengan yang kemampuannya biasa-biasa? Yang lahir dengan ketidaksempurnaan fisik? Yang lahir dari keluarga broken home, anak haram, anak yang tertolak, anak yang mengalami sexual abused sejak kecil? Apakah mereka tidak dipilih Tuhan? Apakah mereka adalah orang yang ditinggalkan Tuhan? Apakah Tuhan pilih kasih dan membeda-bedakan orang? Apakah Tuhan itu jahat sehingga membiarkan beberapa orang mengalami penderitaan dalam hidupnya sedangkan yang lain tampaknya diberkati dengan tak henti-hentinya?

Dunia dan masyarakat kita punya konsep sendiri tentang “orang pilihan”. Konsep inilah yang tanpa kita sadari menerobos masuk dalam pemahaman kita juga sebagai orang percaya. Padahal semua konsep ini lahir dari pemahaman logika manusia, dimana kemampuan logika yang terbatas ini memang tidak mampu memahami rancangan Allah yang sungguh amat besar.

SUDUT PANDANG TUHAN

Belakangan, Tuhan mulai membuka pemahaman logika saya yang sempit ini. Tuhan mengajak saya untuk melihat dari sudut pandangnya Tuhan, melihat menurut cara Tuhan memandang dari sudut pandang kekekalan dan rancangan-Nya yang maha besar, sehingga akhirnya cara pandang saya diubahkan, mata saya dibukakan, kapasitas hati saya semakin diperbesar. Memang benar apa yang Firman Tuhan katakan bahwa sejauh langit dari bumi demikian tingginya pikiran Tuhan dari pikiran kita (Yes 55:8-9) dan manusia tidak mampu menyelami seluruh pekerjaan Allah dari awal sampai akhir (Pkh 3:11).

Tuhan menunjukkan kepada saya beberapa “orang-orang pilihan-Nya” yang berbeda dari pemikiran saya selama ini. “Orang-orang pilihan Tuhan” di bawah ini adalah orang-orang yang hidupnya tidak normal seperti manusia umumnya, menempuh jalan yang tidak lazim, yang secara manusia bernasib buruk, yang mungkin sebagian orang berkata mereka kena kutuk, tetapi mereka ternyata adalah “orang pilihan Tuhan”. Siapa saja mereka?

  1. Seorang yang buta sejak lahir.
“Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?" Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.” (Yoh 9:1-3)

Betapa mudahnya kita memandang rendah orang-orang yang lahir dengan ketidaksempurnaan fisik, dan memandang diri kita lebih baik dari mereka! Lebih parahnya, dengan mudah kita menghakimi bahwa mereka orang berdosa, orang yang kena kutukan, dlsbnya. Betapa hati kita begitu jahatnya! Meskipun ada kasus-kasus yang penyebabnya karena dosa, tetapi contoh diatas menampar kita yang suka menghakimi dan memandang rendah orang lain. Ternyata ada orang yang lahir nggak sempurna, karena mereka adalah “orang pilihan Tuhan” yang akan menyatakan kemuliaan-Nya.

“Orang pilihan Tuhan” bukan hanya para pendeta / pengkhotbah dengan urapan dan hikmat luar biasa, artis-artis dan pemusik yang multi talented, tetapi juga Nick Vujicic yang lahir tanpa lengan dan tungkai kaki namun dipakai Tuhan menginspirasi hidup banyak orang!

  1. Perempuan-perempuan yang mandul (ketidaksempurnaan fisik) – seperti Sara, Ribka, Rahel, Hana, Elizabeth – tetapi kemudian Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya sehingga mereka dapat melahirkan anak-anak (bahkan beberapa diantaranya melahirkan pada masa tuanya!).
  2. Ayub yang dalam sekejap mata ditimpa berbagai malapetaka.
  3.  Paulus yang memilih “jalan hidup” untuk tidak menikah!!!
  4. Pahlawan-pahlawan iman di Ibrani 11:36-39 yang hidup dalam penderitaan dan tidak menerima apa yang mereka imani!
Apa yang mau kita katakan tentang orang yang cacat fisik, yang mandul, yang kena malapetaka beruntun, yang tidak menikah, yang hidup dalam penderitaan? Mereka kena kutuk? Mereka berdosa? Mereka kurang iman? Mereka tidak dipilih Tuhan?

Terlalu cepat kita menghakimi orang-orang seperti ini. Nyatanya, 5 contoh diatas adalah orang-orang pilihan Tuhan. Saya mau mengajukan beberapa pemikiran baru: 

  1. SETIAP KITA adalah orang pilihan Allah, mempunyai peranan masing-masing, punya tugas khusus dalam rencana kekekalan Allah. Jadi baik yang multi-talented maupun yang kelihatannya biasa-biasa saja, semuanya dipilih Allah! Ingatlah, sebuah pesawat yang super cepat, tidak akan bisa berfungsi baik tanpa kehadiran baut-baut, sekrup-sekrup kecil yang ada di tubuh pesawat. “BAUT-BAUT” kecil, komponen-komponen kecil adalah bagian dari pesawat keseluruhan.
“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” (Ef 2:10) 

  1. Tuhan punya hak atas ciptaan-Nya, membentuk mereka sesuai kehendak-Nya.
“Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?" Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?” (Roma 9:20-21)

  1. Tuhan terkadang memilih dan memakai yang lemah untuk mempermalukan yang kuat.
“Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.” (I Kor 1:27-29)

Pada akhirnya, tulisan ini ditujukan untuk 2 kelompok orang. Kelompok pertama adalah kelompok yang outstanding, diatas rata-rata, untuk tidak menjadi sombong, tidak merendahkan dan menghakimi orang lain, karena Tuhan akan memakai orang-orang yang lemah untuk mempermalukan anda yang sombong – ingat yang Tuhan pilih jadi pemimpin bangsa Israel bukanlah Harun yang pandai bicara, tetapi Musa yang berat lidah! Tanpa bermaksud merendahkan bakat/keunggulan (hal-hal ini sungguh penting), tapi harus dibarengi karakter yang rendah hati.
  
Kelompok kedua adalah kelompok yang merasa biasa-biasa dan bahkan di bawah rata-rata secara manusia, yang selama ini berpikir bahwa dirimu bukan orang pilihan Tuhan. Jangan berkecil hati. Dalam kelemahanmu kuasa Allah menjadi sempurna. Kasih karunia-Nya berlimpah untukmu. Lihat dirimu seperti cara Tuhan memandang dirimu: Orang pilihan-Nya, orang yang luar biasa, yang akan dipakai-Nya menyatakan kemuliaan-Nya! Kamu bisa mencapai banyak hal dan melakukan kemustahilan bersama Tuhan!

Semoga tulisan ini mengubahkan caramu melihat dirimu sendiri dan caramu melihat orang lain :)

 
RL, Mei 2013