Rabu, 03 Juni 2015

POHON HIASAN

Alkitab mengumpamakan orang percaya seperti pohon yang berbuah (Contoh Mazmur 1:3, Yeremia 17:8). Dikesempatan lain, orang percaya juga diumpamakan seperti ranting, sedangkan pokoknya adalah Tuhan Yesus (Yoh 15:1-3). Intinya adalah Tuhan mau kita berbuah dengan cara melekat pada-Nya, pada Firman-Nya, mengandalkan Dia. Tanpa Dia kita akan kering, mati dan takkan berbuah.

KUALITAS & KUANTITAS BUAH yang kita hasilkan bergantung pada bagaimana hubungan kita dengan Tuhan.

  • Yoh 15:4-7. Jika kita Tinggal di dalam Yesus (pokok anggur) --> kita akan berbuah banyak.
  • Mzm 1:2-3. Jika kita cinta Firman & merenungkannya siang & malam --> kita akan berbuah pada musimnya.
  • Yer 17:5-8. Jika kita senantiasa mengandalkan Tuhan --> kita akan berbuah dan tidak akan mengalami kekeringan.
  • Yeh 47:12. Pohon yang mendapat pasokan dari tempat kudus --> pohon itu akan berbuah & tak habis-habisnya. Buahnya menjadi makanan, daunnya menjadi obat-obatan.

Apa artinya? Dia adalah Sumber. Begitu kita terputus dari Sumber, kita mati, menjadi kering & berhenti menghasilkan buah.

Tapi bukankah banyak orang yang terputus dari Sumber tapi mereka tetap berbuah?

Ada 2 macam pohon. Pohon pertama adalah POHON HIDUP – pohon yang menghasilkan buah karena ia melekat pada Sumber. Buahnya adalah hasil dari melekatnya dia dengan Sang Sumber. Pohon kedua adalah POHON MATI (pohon hiasan). Ia pohon yang mati tapi diranting-rantingnya ditempelkan buah-buahan palsu/tiruan/imitasi. Di pemandangan manusia, kedua-duanya memiliki buah. Bisa jadi pohon kedua malah dipuji-puji karena hiasan-hiasannya begitu indah.

Tetapi dimana letak perbedaannya? Inilah beberapa diantaranya.

1. Pohon hidup MELEKAT pada Sumber Kehidupan. Pohon mati TERPUTUS dari Sumber.

2. Pohon hidup mungkin awalnya kelihatan kecil sekali, tetapi tidak apa-apa, karena perlahan tapi pasti ia mengalami PERTUMBUHAN. Pohon mati tampaknya sudah besar, sudah indah, tetapi ukurannya sampai disitu saja. Ia indah tetapi TIDAK BERTUMBUH.

3. Pohon hidup MENGALAMI PROSES PEMBERSIHAN yang menyakitkan berulang kali, ada bagian-bagian yang dikerat/dipotong supaya ia makin banyak berbuah. Pohon mati (hiasan) sudah indah dipandang & dipuji-puji. Tetapi ia TIDAK MENGALAMI PROSES seperti halnya pohon hidup.

4. Pohon hidup memiliki buah yang ASLI. Buah tersebut adalah HASIL dari melekatnya dia dengan Sang Sumber & proses pembersihan yang ia alami. Pohon mati (hiasan) memiliki buah IMITASI/TIRUAN yang ditempel/digantung pada dirinya, BUKAN HASIL dari melekatnya dia dengan Sumber.

5. Pohon hidup selalu MEMBERI KEHIDUPAN - buahnya menjadi makanan, daunnya bisa menjadi obat, dahan-dahannya menjadi naungan yang menyejukkan. Itulah makna kehidupannya, ia menjadi berarti karena hidupnya memberi hidup pada orang lain. Pohon mati (hiasan) TIDAK MEMBERI kehidupan. Ia hanya menyenangkan untuk dipandang. Semua atribut yang ia kenakan adalah imitasi, dan suatu saat akan ia tanggalkan saat acara pesta telah usai. Ia sendiri akan dibuang & dicampakkan.

6. Pohon hidup memiliki BENIH untuk kehidupan selanjutnya. Dampaknya bukan hanya dirasakan untuk generasi saat ini, tetapi juga generasi yang akan datang. Pohon mati TIDAK MEMILIKI BENIH.

7. Pohon hidup BERAKAR dengan kuat, Pohon mati (hiasan) TIDAK BERAKAR. Saat angin kencang datang, pohon hidup tetap bertahan, pohon mati terhempaskan.

Untuk menjadi pohon yang hidup, kita harus melekat pada Sumber (Tuhan Yesus), berakar di dalam Firman-Nya, bersedia dibersihkan/ditegur/dikoreksi/mau berubah, mengetahui makna kehidupannya yaitu bermanfaat bagi orang lain, dan meninggalkan warisan selanjutnya. Kalau saat ini ukurannya masih kecil, gak apa-apa yang penting kita terus bertumbuh. Jangan tergiur untuk kelihatan besar, punya buah, dan dipuji-puji orang (baca: punya pelayanan yang besar, yang hebat, yang banyak, dan dipuji orang). Kalau cuma sekedar supaya kelihatan "punya buah" - pohon hiasan juga bisa kok! ^____^

"...sebab diluar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar." (Yoh 15:5b-6)

RL, Mei 2015

MENGUBAH FOKUS


Jangan fokus pada besarnya masalah, fokuslah pada pertumbuhan rohani.
(Maka kita akan tahu cara menyelesaikan masalah)

Jangan fokus pada kegagalan, fokuslah pada cara memperbaiki diri.
(Maka kita akan mencapai keberhasilan)

Jangan fokus pada besarnya tantangan, fokuslah pada besarnya kuasa Tuhan.
(Maka kita akan menjadi pribadi yang optimis)

Jangan fokus pada kesalahan orang lain, fokuslah pada kebaikan-kebaikannya.
(Maka kita akan hidup dalam damai sejahtera dan tanpa kepahitan)

Jangan fokus pada hidup di dunia, fokuslah pada kehidupan kekal.
(Maka kita akan luput dari kebinasaan yang akan menimpa seluruh dunia kelak)

Jangan fokus pada menerima / mendapat, fokuslah pada hidup yang memberi.
(Maka kita akan menemukan makna / arti kehidupan)

Jangan fokus pada kepentingan diri sendiri, fokuslah pada kepentingan orang lain.
(Maka hidup kita akan bertumbuh dan berbuah)

Jangan fokus pada masa lalu, fokuslah pada masa depan.
(Maka kita akan mencapai banyak hal besar / meraih pencapaian-pencapaian terbaik di depan kita)

“… Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu."
(II Taw 20:12)

Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu.”
(Mzm 26:3)

RL, Maret 2015


Senin, 02 Maret 2015

JESUS, MY DREAM MAKER



Tahun 2008 saat saya mengunjungi Israel untuk pertama kalinya, saya mengalami suatu pengalaman spiritual yang sangat membekas sampai saat ini, yaitu dimana Tuhan memberi saya sebuah visi/mimpi/impian yang lebih besar dari diri saya sendiri.

Hampir 7 tahun sudah, dan perjalanan menuju penggenapan visi itu semakin disingkapkan tahap demi tahap. Selama perjalanan ini banyak hal yang Tuhan nyatakan diluar pemahaman saya sebagai manusia. Saya mengamati perjalanannya banyak berliku dan berbatu memang. Jalannya terkadang naik dan sampai ke padang rumput hijau, tetapi terkadang jalannya menurun ke lembah kekelaman. Ada kalanya saya berlari dengan begitu berapi-api, ada kalanya saya terjatuh dan menjadi lelah. Tetapi saya bersyukur kepada Tuhan yang setia – Jesus, my dream maker!

Tahun ini ayat emas yang saya ambil menjadi peneguhan bagi saya untuk bangkit kembali dan melakukan apa yang Tuhan perintahkan.

Di Alkitab, orang-orang seperti Abram, Musa, Yusuf bin Yakub, Daud, Gideon, Nehemia, dan masih banyak lagi, yang mendapat visi dari Allah umumnya adalah orang-orang yang penuh keterbatasan. Tetapi orang-orang ini meresponi panggilan Tuhan, melewati jalan berliku yang menakutkan dan menyakitkan selama bertahun-tahun sampai pada akhirnya mereka sampai pada penggenapan visi itu. Mereka menantang iman mereka untuk melihat yang belum kelihatan, melangkah dengan berpegang pada janji Tuhan, mengorbankan dan meninggalkan banyak hal, dan terus menanti-nantikan waktu Allah.

Apa visi Allah dalam hidupmu? Apa impian yang Tuhan taruh dalam hatimu?

Setiap kita memiliki impian pribadi, tetapi saya percaya bahwa impian yang Tuhan beri itu berbeda dari impian pribadi yang timbul dari hasrat diri sendiri! Apa bedanya?

Dalam saat teduh saya bersama Alkitab dan Roh Kudus pada akhir Desember 2014, Tuhan menyatakan melalui Alkitab yang saya baca saat itu mengenai ciri-ciri visi dari Allah dan cara mewujudkannya:
  1. Visi dari Allah dimulai dengan perjumpaan secara pribadi dengan Allah dan mengenal Allah.

Ini pembeda pertama dengan impian pribadi. Impian dari Tuhan berasal dari hubungan dengan Tuhan. Untuk itu kita perlu memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan. Harus ada suatu “perjumpaan” secara pribadi dengan Tuhan didalam Firman-Nya, doa, dan pernyataan Roh Kudus.
   

2. Visi dari Allah selalu mengenai kepentingan banyak orang bagi kebaikan mereka.


Visi dari Allah bukan untuk kepentingan kita untuk membuat kita makin kaya, makin terkenal, makin tinggi. Semata-mata untuk kepentingan banyak orang. Kita bisa menguji poin 2 ini terhadap impian kita. Tuhan tidak tertarik memakai kita supaya kita menjadi kaya dan populer, tetapi supaya kita bisa melayani lebih banyak orang dengan lebih baik lagi!


3.      Visi dari Allah melalui kita adalah jawaban bagi banyak orang.

Tuhan menghadirkan visi-Nya kepada kita untuk kebutuhan orang lain pada saat ini atau yang akan datang. Visi dari Allah hadir untuk menjawab permasalahan mereka dan menolong mereka menemukan jalan keluar.


4.      Visi dari Allah lebih besar dari diri kita sendiri.

Umumnya respon dari orang yang menerima Visi dari Allah adalah merasa bahwa visi itu terlalu besar dari dirinya. Ya itu benar sekali. Karena Allah itu besar, maka Impian dari Allah yang dititipkan kepada kita bukan impian kecil-kecilan. Meskipun impian itu kelihatan begitu besar, tetapi Tuhan yang lebih besar dari impian itu, akan memampukan anak-anak-Nya untuk mencapai impian tersebut.


5.   Visi dari Allah harus memuliakan Allah dan membawa orang mengenal Allah, bukan memuliakan diri kita.

Goal atau tujuan dari impian dari Allah untuk kemuliaan nama Tuhan. Uji impian kita, apakah impian kita memuliakan Allah atau diri kita? Karena impian itu berasal dari Allah, impian itu haruslah tentang Allah dan memuliakan Dia. Jika impian itu untuk kemuliaan diri kita, maka impian itu adalah impian manusia yang lahir dari keangkuhan hidup semata.


6.  Visi dari Allah perlu dibagikan kepada orang-orang yang bisa mendukung kita.

Kita membutuhkan partner yang mendukung kita mencapai visi, karena itu kita perlu membagikannya kepada orang-orang yang tepat. Mereka haruslah orang-orang yang mengasihi Tuhan, dibakar oleh gairah akan Tuhan, memiliki kerendahan hati, dan memiliki impian dari Allah juga. Membagikan impian kita kepada orang yang tepat akan meneguhkan kita saat kita dalam keadaan lemah. Sebaliknya, membagikan impian kita kepada orang yang tidak tepat, akan melemahkan kita dan memadamkan api yang kita miliki. Seperti 10 Pengintai pada zaman Musa melemahkan semangat bangsa Israel akan negeri impian yang Tuhan janjikan pada merekam atau seperti kakak-kakak Yusuf yang mencela mimpi yang Tuhan taruh di hatinya.


7.  Mewujudkan visi dari Allah tidak luput dari tantangan dan rintangan tetapi Tuhan akan menyertai dan melakukan mujizat-Nya asalkan kita bekerjasama dengan-Nya.

Bukan berarti karena impian itu dari Tuhan maka jalan kita mulus dan semuanya menjadi mudah. Tuhan tidak pernah menawarkan kita hidup yang mudah, melainkan hidup seorang pemenang yang dibentuk dari mengatasi berbagai kesulitan, tantangan dan menang atas semua proses dan ujian iman yang Tuhan izinkan kita alami. Dalam menghadapi segala bentuk tantangan itulah Tuhan menyatakan penyertaan-Nya, berkat-Nya, mujizat-Nya, perlindungan-Nya, rahmat-Nya, tuntunan-Nya sehingga kita keluar sebagai pemenang. Yang penting, JANGAN PERNAH MENYERAH!


8.  Mewujudkan visi dari Allah bukan dimulai saat hal besar sudah kita miliki, tetapi dimulai dari apa yang ada pada kita, sekalipun itu kelihatannya kecil karena Tuhan sanggup memakai hal kecil untuk menghasilkan dampak yang besar.

Tuhan senang menyatakan kebesaran-Nya melalui hal kecil dan keterbatasan yang kita miliki. Karena itu kita tidak boleh kecil hati dengan keterbatasan kita saat ini. Justru melalui kelemahanlah kuasa-Nya menjadi sempurna. Tuhan memakai Abram yang sudah mati pucuk untuk menghasilkan bangsa yang besar. Kita harus memulainya melalui apa yang kita miliki saat ini, dengan setia mengembangkannya, dan Tuhan yang akan memberi pertumbuhan!


9.   Mewujudkan visi dari Allah kita mutlak membutuhkan pimpinan Tuhan senantiasa. Jangan lepas dari Tuhan.

Simson nyaris gagal mencapai impian yang Tuhan beri dalam hidupnya, jika saja ia tidak mau bertobat. Beruntung ia bertobat dan menggenapi target Tuhan dalam hidupnya sekalipun sedikit berakhir tragis. Jika tidak berhati-hati, kita riskan untuk gagal dalam mencapai impian yang Tuhan beri. Bukankah musuh mengintai setiap saat untuk menggagalkan kita dengan segala macam daya dan upaya? Karena itu kita perlu terus melekat pada Tuhan dan berpegang pada-Nya setiap hari, setiap saat, melewati step by step setiap anak tangga proses kehidupan untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi.


10.  Tuhan akan mengutus orang-orang untuk membantu dan memperlengkapi kita.

Saya bersyukur bahwa Tuhan tidak membiarkan kita berjalan sendiri. Selain Roh Kudus-Nya yang selalu beserta kita, Tuhan juga mengirim bala bantuan dari hamba-hamba-Nya untuk menolong dan mempersiapkan kita. Beberapa diantaranya mungkin adalah orang rohani, beberapa lagi adalah orang sekuler. Sebagian diantaranya menyenangkan kita, sebagian lagi memperlengkapi kita dengan cara-cara yang mungkin kurang kita sukai. Tetapi apapun itu, pada akhirnya kita akan menyadari bahwa Tuhan menaruh orang-orang di dalam hidup kita bukan secara kebetulan tetapi untuk menghentar kita menuju kepada rancangan yang telah Tuhan persiapkan.


11.  Visi dari Tuhan akan terwujud saat kita berani membayar harga yang mahal, meninggalkan zona nyaman kita, dan melangkah bersama Tuhan.

Semua hal dalam hidup ini memiliki harga, dan untuk memilikinya atau mendapatkannya ada harga yang harus dibayar. Kalaupun kita memperoleh keselamatan secara gratis dengan iman, itu karena Tuhan Yesus Kristus telah membayar harga yang sangat mahal dengan darah-Nya di kayu salib untuk menebus kita dari segala dosa. Abram harus meninggalkan rumah bapanya, Yusuf harus membayar harga ketaatannya, Nehemia harus meninggalkan posisinya yang nyaman. Impian dari Tuhan menuntut harga mahal yang harus berani kita bayar, tetapi semua itu takkan sebanding dengan mahkota yang Tuhan sediakan. Harga mahal yang harus dibayar itu adalah penyangkalan daging kita terhadap dosa, mengorbankan air mata dan perasaan demi sebuah ketaatan, membayar berpuluh-puluh atau beratus-ratus jam atau bertahun-tahun di dalam ketekunan dan kesetiaan kita, harta dan tenaga yang harus dicurahkan, dan masih banyak lagi.


12.  Lakukan sekarang!

Jika kita tidak melakukannya sekarang, kita terjebak dalam penundaan. Penundaan adalah pencuri yang sangat berbahaya, yang dapat merampas bertahun-tahun kehidupan kita tanpa melakukan sesuatu yang berarti dan membawa kita ke jurang penyesalan. Joyce Meyer berkata penundaan adalah musuh dan sangat menipu. Seorang bijak pun berkata, “Jika kita terus menanti waktu yang tepat untuk melakukan segala sesuatu, pada akhirnya kita tidak akan melakukan apa-apa.”


Saya berdoa, tahun ini akan menjadi tahun penggenapan impian Tuhan dalam hidup saya dan saudara. Amin!


Faithful is He Who is calling you [to Himself] and utterly trustworthy, and He will also do it [fulfill His call by hallowing and keeping you].” (1 Tess 5:24 – AMP)


“Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.” (2 Tim 1:14)


RL, Maret 2015

Jumat, 30 Januari 2015

DEKAT DENGAN TUHAN

Sebelum kita mendekat sama Tuhan, Tuhan telah terlebih dulu rindu dekat dengan kita.

Karena itu Tuhan memakai orang lain, dan mengizinkan berbagai peristiwa yang menyenangkan maupun yang kurang menyenangkan supaya kita menyadari kehadiran-Nya dan mendekat kepada-Nya.

Tuhan memberkati kita supaya kita semakin dekat pada-Nya bukan makin jauh dari-Nya.

Terkadang Tuhan juga mengizinkan masalah kita alami supaya kita kembali pada-Nya.

Dekat dengan Tuhan itu adalah pengalaman yang luar biasa. Kita bisa merasakan kehadiran-Nya, merasakan hati-Nya, mengerti kemauan-Nya, mengalami kuasa-Nya.

Dekat dengan Tuhan membuat kita dipenuhi damai dan sukacita yang meluap luar biasa, apapun yang terjadi dalam hidup kita.

Dekat dengan Tuhan membuat kita mampu mengasihi orang lain di sekitar kita.

Dekat dengan Tuhan membuat kita membenci dosa.

Dekat dengan Tuhan membuat kita semakin serupa dengan Dia.

Dekat dengan Tuhan tidak dilihat dari hal-hal yang kelihatan seperti rajin ke gereja atau rajin melayani. Tetapi hati yang terus menerus lapar dan haus akan Tuhan. Berkomunikasi dengan-Nya terus menerus.

Dekat dengan Tuhan itu tidak sulit. Dimulai dari keputusan kita meninggalkan dosa dan kembali pada-Nya, meminta Dia memberi rasa lapar dan haus akan Pribadi-Nya. Kemudian kita mencari Pribadi-Nya dengan sungguh-sungguh.

Lambat laun telinga rohani kita akan semakin peka dengan suara-Nya. Ternyata Tuhan suka ngobrol dengan kita dan ajarin kita banyak hal.

Ternyata Tuhan suka menyiapkan kejutan untuk mereka yang dekat dengan Dia. Tuhan itu romantis!

Ternyata Tuhan juga suka memakai orang-orang yang dekat dengan Dia dengan cara-cara yang tak terduga. Terkadang Tuhan suruh kita melakukan ini dan itu, lalu kita takjub karena ternyata Tuhan memakai kita dengan ajaib lewat ketaatan kita itu.

Ternyata Tuhan juga suka memberitahu kita apa yang menjadi impian-impian-Nya atas hidup kita. Dan Ia juga membimbing kita dan melatih kita untuk mencapai impian itu.

Dekat dengan Tuhan adalah pengalaman yang tak tergantikan!

Orang-orang yang dekat dengan Dia inilah yang diberi-Nya sebutan "Sahabat Tuhan"!

RL, Januari 2015

HATI (Bagian 2)


Kita bilang kita mengiring Tuhan dan hidup untuk Tuhan...
Tetapi hati kita melawan kehendak-Nya melalui ketidaktaatan kita

Kita bilang kita rajin mencari Tuhan dengan berbagai aktivitas rohani...
Tetapi hati kita tidak sungguh-sungguh merindukan Pribadi-Nya

Kita bilang kita melayani untuk Tuhan...
Tetapi hati kita sombong karena kita mencuri kemuliaan nama-Nya

Kita bilang hati kita adalah milik Tuhan...
Tetapi hati kita keras, bebal, dan tidak rela dibentuk

Kita bilang kita mengasihi Tuhan...
Padahal...

Waktu kita tidak taat, kita mendukakan hati-Nya
Waktu kita suam, kita memedihkan hati-Nya
Waktu kita tidak tulus, kita melukai hati-Nya
Waktu hati kita keras dan tegar tengkuk, kita menghancurkan hati-Nya

Mengasihi Tuhan bukan dimulai dari apa yang nampak oleh mata...
Mengasihi Tuhan dimulai dari HATI.

Kita mengasihi Tuhan saat hati kita memilih untuk Taat.

Kita mengasihi Tuhan saat hati kita sungguh-sungguh merindukan Dia dan mencari tahu apa rindu-Nya..

Kita mengasihi Tuhan saat hati kita murni dan tulus kepada-Nya.

Kita mengasihi Tuhan saat hati kita lembut dan rela dibentuk.

Karena Tuhan mencari HATI

"Ketika mereka itu masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu pikirnya: "Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya."
Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.""
(1 Samuel 16:6-7).

RL, Januari 2015

HATI (Bagian 1)

Tahukah kita?

Jika hati kita sedang bermasalah, persembahan maupun pelayanan kita tak berkenan di hadapan Tuhan.

Banyak pelayan Tuhan yang pelayanannya tampak luar biasa, tapi ia mempertahankan hati yang tidak benar di hadapan Tuhan.

Sayang sekali, Tuhan tidak suka dengan persembahan & pelayanan dari pribadi yang hatinya bermasalah.

Karena persembahan yang paling menyenangkan hati Tuhan adalah hati yang merendah, hati yang tunduk, hati yang bertobat.

Tuhan mencari hati kita, melebihi dari apapun juga yang bisa kita lakukan untuk Dia!

"Engkau tidak berkenan kepada kurban sembelihan; sekiranya aku mempersembahkan kurban bakaran, Engkau tidak menyukainya.
Kurban bagi Allah adalah hati yang remuk redam, hati yang tunduk dan bertobat tidak Kautolak." (Mzm 51:18-19 BIS)

RL, Januari 2015

Minggu, 28 Desember 2014

MENGEJAR MIMPI


Sudah lama saya mengubur dan meninggalkan mimpi-mimpi besar saya – mimpi yang pernah Tuhan taruh di hati saya 6 tahun lalu… Bagi saya mimpi saya terlalu besar dan tidak mungkinlah bagi saya untuk mencapainya.. Saya memilih menjalani kehidupan saya sebagai orang biasa dan menghidupi mimpi-mimpi kecil saja -  hidup dalam zona yang aman!

Namun pertemuan saya dengan seseorang kemudian membangkitkan kembali mimpi saya yang telah mati.

Sekitar 1,5 bulan lalu saya percaya Tuhan mengatur pertemuan saya dengan seorang yang telah mewujudkan sebagian mimpi-mimpinya diusia muda. Setelah dia membagikan pengalaman hidupnya, saya merasakan Tuhan menghembuskan kembali nafas kehidupan ke impian saya yang kini menjadi puing-puing. Impian saya hidup kembali!

Izinkan Tuhan menghembuskan nafas kehidupan-Nya yang sanggup untuk menghidupkan kembali harapan & impian anda yang telah mati

RAKSASA ITU BERNAMA KETAKUTAN

Namun salah satu masalah terbesar yang harus saya hadapi adalah KETAKUTAN saya.

* Saya takut saya akan gagal ditengah jalan
* Saya takut saya tidak cukup baik / cukup mampu untuk menggapai impian saya
* Saya takut orang-orang akan menertawakan jika saya gagal
* Saya takut mimpi saya tidak memberi hasil yang maksimal seperti yang saya harapkan
* Saya takut karena berpikir lebih banyak orang yang lebih bisa dari saya
* Dan masih banyak lagi

Ada dorongan yang kuat untuk melangkah. Tetapi Raksasa di depan saya – yang bernama Ketakutan – itu membuat saya menghentikan langkah. Sesungguhnya bukan rintangan yang menjadi musuh saya. Musuh saya sesungguhnya adalah ketakutan saya sendiri.

RAJAWALI LANGIT

Jika kita tahu bahwa kita adalah Rajawali, kita takkan tenang diam di dalam sangkar yang nyaman dan aman. Kita harus terbang tinggi, karena untuk itulah kita diciptakan! Karena Rajawali kecil yang belum bisa terbang sesungguhnya memiliki kemampuan luar biasa didalam dirinya, hanya saja kemampuan itu belum dikeluarkan.

Saya ingat sekali kejadian ini. Minggu lalu saat saya sedang melayani di gereja, secara mengejutkan, Tuhan yang tahu kekuatiran saya, tiba-tiba berbisik di hati saya dan mengajari saya:

“Banyak dari kita ingin terbang tinggi tetapi kita TAKUT.
Kita takut karena terbang berarti:
  • Keluar dari tempat pijakan kita yang aman.
Selama kita di tempat kita saat ini, kita memang akan menghadapi resiko yang kecil. Tetapi tahukah kita bahwa kita takkan pernah mengalami indahnya terbang bersama Dia?
  • Melepaskan pegangan.
  • Mengambil resiko untuk bisa saja terjatuh.
  • Kita belum tahu apakah kita akan berhasil atau tidak.
  • Kita mungkin saja ditertawakan oleh orang-orang yang negatif
Untuk terbang tinggi, kita harus berani keluar dari pijakan kita selama ini -  dari zona aman.
Untuk terbang tinggi, kita tidak boleh takut jatuh
Untuk terbang tinggi, kita harus berani terhadap kemungkinan bahwa kita bisa saja jatuh, tetapi kita tahu bahwa ketika kita jatuh, Tuhan siap menangkap kita.”

Akhirnya saya menyerah. Saya memutuskan untuk melompat keluar dari zona aman saya dan belajar terbang.. Saya mungkin saja jatuh, tetapi Tuhan akan menangkap saya sampai saya bisa terbang bersama Dia!

Pulang dari ibadah malam itu, saya didorong Tuhan untuk menyelidiki Alkitab tentang “orang-orang” yang minder saat Tuhan memanggil mereka. Mereka adalah Yeremia, Musa, Gideon, dan banyak lagi. Saat saya membaca ayat demi ayat di dalam Alkitab saya, Roh Kudus membuka pikiran dan menerangi hati saya sehingga saya akhirnya menemukan beberapa prinsip yang luar biasa mengenai VISI DARI ALLAH. Next time akan saya share J

SAAT ENGKAU MERASA DIRIMU KECIL, INGATLAH….

Hari ini, Tuhan berbicara lagi dihati saya bahwa Dia suka memakai “orang kecil”. Mengapa?

1. Tuhan suka memakai “orang kecil” untuk menyatakan kebesaran-Nya.
Seringkali saat Tuhan memakai orang besar, banyak yang berpikir kesuksesan yang diperoleh orang tersebut memang karena bakatnya atau keahliannya. Tetapi lain ceritanya saat Tuhan memakai orang kecil. Orang-orang akan semakin mengagumi kebesaran Tuhan melalui karya-Nya didalam “orang kecil” itu. 

2. Tuhan suka memakai “orang kecil” karena mereka akan selalu mengandalkan Dia.
Merasa kecil, merasa tidak mampu dan tak berdaya membuat “orang kecil” ini selalu mengandalkan Tuhan. Inilah yang menyenangkan hati Tuhan!

3. Tuhan suka memakai “orang kecil” untuk membungkam kesombongan orang besar yang bermegah akan kekuatannya.
Seringkali suara Tuhan sudah tidak terdengar lagi oleh orang besar. Bakat, Keahlian, dan Kesuksesan mereka sudah membutakan mata mereka bahwa semua yang mereka peroleh adalah kasih karunia sehingga mereka harus selalu rendah hati dan mengandalkan Tuhan. Mereka sudah sulit diajar. Inilah mengapa Tuhan mau memakai “orang kecil” untuk menyadarkan kembali mereka yang merasa lebih besar dari Tuhan!

Bakat bukanlah segalanya.. Hati yang merendah di hadapan Tuhan & Keberanian untuk melangkah yang akan membawa kita kepada mimpi kita! Ingatlah: Kasih Tuhan lebih besar dari kesalahan anda, dan anugerah-Nya lebih besar dari ketidakberdayaan anda!

Jika Tuhan yang Maha Besar berpihak pada kita, apalagi yang kita takutkan?

Tuhan mengingatkan saya: Segera lakukan apa yang Tuhan perintahkan. Jangan menolak atau menunda melakukan apa yang Tuhan mandatkan kepada kita. Jika kita enggan, Tuhan akan memakai orang lain yang lebih siap.

Kesempatan menggapai impian yang Tuhan beri mungkin hanya datang 1x. Apakah kita mau menyia-nyiakan kesempatan besar yang telah Tuhan berikan itu?

Kepuasan terbesar selama kita hidup adalah menggenapi dan mencapai destiny ilahi yang telah Tuhan tetapkan dalam hidup kita.

Beranikah kamu melangkah?

RL, 28 Desember 2014
Twitter: @rooney_lim