Minggu, 08 September 2013

INVESTASI DIRI DI DALAM HIDUP ORANG LAIN




Suatu kali Yesus mengajar di sebuah rumah. Lalu datanglah 4 orang menggotong seorang sahabatnya yang lumpuh. Mereka mau membawanya kepada Yesus, tetapi mereka tidak dapat masuk karena rumah itu penuh sesak dengan orang-orang yang berkerumun, bahkan di depan pintu rumahpun penuh orang.

Apa yang mereka lakukan? Mereka naik ke atap, membuka atap, lalu menurunkan orang lumpuh itu dengan tilamnya tepat di depan Yesus!

4 Sahabat ini luar biasa! Mereka tidak tahan melihat sahabat mereka yang lumpuh. Saat mereka tahu bahwa Yesus berkuasa untuk mengubahkan, mereka membawa si lumpuh kepada Yesus. Sekalipun menghadapi tantangan (tidak dapat masuk) mereka tidak menyerah,dan mencari jalan!

Karena Yesus melihat iman mereka, Yang pertama Yesus lakukan adalah MENGAMPUNI dosa si lumpuh, lalu MENYEMBUHKANNYA. Si lumpuh kini dapat berjalan dan pulang sambil memuliakan Allah, bahkan orang-orang yang menyaksikan pun memuliakan Allah.

Betapa banyak "orang lumpuh" disekitar kita, mereka punya sahabat yaitu kita. Tapi adakah "4 sahabat" di masa kini, yang mau beriman, yang rela menggotong si lumpuh, membongkar atap, dan membawanya kepada Kristus?

Bagian terindah yang dialami oleh 4 sahabat bukanlah hanya menyaksikan Keselamatan & Kesembuhan sahabatnya, melainkan bahwa mereka TURUT BERKONTRIBUSI di dalam hal itu. Mereka tidak menyangka bahwa apa yang mereka lakukan saat itu dicatat oleh Matius, Markus, dan Lukas*! Ada tinta sejarah yang telah mereka goreskan di buku kekekalan Allah!

Maukah kamu menginvestasikan dirimu di dalam hidup orang lain, menggoreskan tinta sejarah di buku kekekalan Allah?

Jika ya, kita mulai dari yang paling simple: Pernahkah kamu mengajak dan menjemput temanmu ke gereja?

(*Note: Kisah ini dicatat di Mat 9:1-8, Mrk 2:1-12 dan Luk 5:17-26)

RL, Juni 2013

SONGS FOR THE KING


Tidak semua orang memahami manfaat dari pujian penyembahan berupa nyanyian dan musik yang dipersembahkan kepada Tuhan. Itulah sebabnya mereka menyanyi sekedarnya atau asal-asalan. Nyanyian kepada Tuhan bukanlah sebatas lirik-lirik dan nada-nada yang dilantunkan, tetapi ada kuasa dan berkat di dalamnya! Saat membaca Alkitab, saya menemukan 10 berkat saat kita menyanyikan lagu yang ditujukan kepada Tuhan!

1. Nyanyian mengundang hadirat dan kemuliaan Allah untuk dinyatakan di tengah-tengah kita.

2 Tawarikh 5:13-14 "Lalu para peniup nafiri dan para penyanyi itu serentak memperdengarkan paduan suaranya untuk menyanyikan puji-pujian dan syukur kepada TUHAN. Mereka menyaringkan suara dengan nafiri, ceracap dan alat-alat musik sambil memuji TUHAN dengan ucapan: "Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya." Pada ketika itu rumah itu, yakni rumah TUHAN, dipenuhi awan, sehingga imam-imam itu tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian oleh karena awan itu, sebab kemuliaan TUHAN memenuhi rumah Allah."

Mazmur 22:4, Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.”

2. Nyanyian membangun kekuatan.

Mazmur 59:17 "Tetapi aku mau menyanyikan kekuatan-Mu, pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu; sebab Engkau telah menjadi kota bentengku, tempat pelarianku pada waktu kesesakanku."

3. Nyanyian membungkam kekuatan musuh.

Matius 21:16b "belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?"

Mazmur 8:3 "Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.”

I Sam 16:23, Sejak itu, setiap kali Saul didatangi roh jahat itu, Daud mengambil kecapinya dan memainkannya. Lalu Saul merasa tenang dan nyaman lagi, karena ditinggalkan oleh roh jahat itu.”

4. Nyanyian menggerakkan Allah berperang bagi kita.

Mazmur 21:14 "Bangkitlah, ya TUHAN, di dalam kuasa-Mu! Kami mau menyanyikan dan memazmurkan keperkasaan-Mu."

2 Tawarikh 20:21-22 "Setelah ia berunding dengan rakyat, ia mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian untuk TUHAN dan memuji TUHAN dalam pakaian kudus yang semarak pada waktu mereka keluar di muka orang-orang bersenjata, sambil berkata: "Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi TUHAN, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"
Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat TUHANlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah."

5. Nyanyian melepaskan belenggu dan membawa kemerdekaan.

Kisah Para Rasul 16:25-26 "Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.
Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua."

Mazmur 71:23 "Bibirku bersorak-sorai sementara menyanyikan mazmur bagi-Mu, juga jiwaku yang telah Kaubebaskan."

6. Nyanyian membawa orang untuk takut dan percaya kepada Tuhan.

Dengan Nyanyian kita memuliakan Allah di hadapan bangsa-bangsa dan membawa mereka untuk mengenal Tuhan.

Mazmur 40:4 "Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN."

Mazmur 89:2 "Aku hendak menyanyikan kasih setia TUHAN selama-lamanya, hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun."

7. Nyanyian membajak hati kita sehingga hati kita siap mendengar kabar keselamatan/Firman Allah.

Mazmur 96:2 "Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari."

Melalui ayat diatas kita memahami: sebelum keselamatan itu dikabarkan, yang harus dilakukan lebih dulu adalah menyanyi bagi Tuhan!

8. Nyanyian memperkuat iman kita kepada janji Allah, membentuk pola pikir kita menurut pola pikir yang benar (pikiran Allah).

Mazmur 119:172 "Biarlah lidahku menyanyikan janji-Mu, sebab segala perintah-Mu benar."

Roma 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”

9. Nyanyian membangun keintiman.

Mazmur 63:1-5 “Mazmur Daud, ketika ia ada di padang gurun Yehuda. Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu. Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau. Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.”

Yesaya 5:1 "Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang kekasihku, nyanyian kekasihku tentang kebun anggurnya: Kekasihku itu mempunyai kebun anggur di lereng bukit yang subur."

10. Nyanyian adalah persembahan kita kepada Allah untuk selama-lamanya dalam kekekalan.

Saat orang berkata, “Mari kita memberi persembahan!” Konotasi kita umumnya adalah mengenai kolekte / uang. Memang itu salah satunya. Tetapi persembahan kepada Allah ternyata tidak hanya uang, tetapi juga nyanyian kita! Karena itu kita harus menyanyi dengan penuh penghormatan kepada Tuhan!

Wahyu 15:2-4 "Dan aku melihat sesuatu bagaikan lautan kaca bercampur api, dan di tepi lautan kaca itu berdiri orang-orang yang telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya. Pada mereka ada kecapi Allah.
Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!
Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu? Sebab Engkau saja yang kudus; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu.""

Nyanyian yang merupakan persembahan mahal di hadapan Allah adalah nyanyian yang kita naikkan saat kita sedang berada dalam kondisi yang mungkin sepertinya kurang baik, namun kita memilih untuk mengucap syukur dan menyanyikan kebaikan-Nya! Sungguh seperti dupa yang baunya harum di hadapan Allah dan menyenangkan hati-Nya!

Mari menyanyi bagi Sang Raja dengan pewahyuan yang benar! Ada kuasa dalam nyanyianmu!

RL, Juni 2013

Sabtu, 22 Juni 2013

GOD'S ARMY (Part 2)


Sebuah kisah yang terkenal dari seorang Jenderal perang Perancis, Napoleon Bonaparte, adalah sewaktu ia memimpin pasukannya untuk menaklukkan sebuah negara. Menurut informasi mata-mata, jumlah tentara di negara tersebut hanya 500 orang karena sebagian besar sedang pergi berperang ke negara lain. Maka Bonaparte membawa 300 pasukannya yang terlatih. Tapi betapa terkejutnya ia, saat tiba di pantai musuh, menurut informasi mata-mata ternyata jumlah tentara musuh adalah 1500 orang! Maka Bonaparte membakar kapal mereka dan berkata kepada tentaranya,”Kita tidak punya kapal lagi untuk pulang, pilihan kita hanya: MENANG!” Dan mereka pun memenangkan pertempuran itu.
Rahasia kemenangan Gideon berikutnya sebagai Tentara Allah adalah:
Empat, Gideon mempunyai Tim! (6:34-35). Ia tahu ia tidak dapat memperoleh kemenangan seorang diri, ia perlu tim Tentara Allah yang memiliki visi yang sama. Aplikasi: Apa kamu punya komunitas rohani/komsel? Bagikan pengalamanmu berapa besar pengaruhnya punya komunitas rohani dengan tidak? Apa kamu suka menguatkan temanmu? Pkh 4:9-12, Ibr 10:24.  
Lima, Gideon dan 300 orang timnya punya mental prajurit! Perhatikan: Saat itu Gideon merekrut 32.000 orang tapi Tuhan “menyaring” orang-orang itu sehingga tinggal 300 orang saja. Pertama, Tuhan menyatakan bahwa orang yang bisa menjadi Tentara Tuhan adalah orang yang berani, bukan penakut (7:3). Takut melangkah, takut terhadap resiko, takut menyerahkan hidup kita, takut melayani, takut menginjil, takut bersaksi, dll. Ketakutan berasal dari iblis dan ketakutan akan mengubur seluruh talenta kita (Mat 25:25). Bahkan ketakutan dapat menjalar kepada orang lain seperti 10 pengintai pada zaman Yosua. Sebagai tentara Allah, Kita nggak punya pilihan mundur. Tentara Allah sejati tetap maju sekalipun orang lain undur. Kedua, Tuhan menyatakan bahwa untuk menjadi TentaraNya kita harus “minum air dengan tangan, bukan langsung dengan mulut seperti anjing” (7:4-7). Ini berbicara tentang karakter yang baik dan  memiliki kewaspadaan terhadap serangan musuh. Aplikasi: Bagaimana cara mengalahkan ketakutan? Bagaimana meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan musuh?
            Enam, Gideon mempunyai Komandan yaitu Tuhan sendiri! Gideon tidak berperang tanpa perintah / strategi. Ia bisa mati konyol tanpa dipimpin Tuhan. Tuhan yang mengutusnya untuk menyelamatkan bangsa (6:14), menyertainya (6:16), memerintahkannya (6:25-26, 7:9), menguasainya oleh Roh Kudus (6:34), memberinya strategi perang & mengajarinya tentang senjata perang yang harus ia gunakan (7:15-18). Tuhan akan menuntun hidup kita jika kita senantiasa memilih belajar hidup taat. Gideon bertanya & Tuhan menjawab. Gideon punya HATI yang mau diajar, ditegur, diproses. Ia tidak sombong & merasa ia lebih baik dan lebih tahu dari orang lain. Ia tahu tanpa Tuhan ia bisa salah langkah. Gideon juga punya TELINGA yang peka dengan suara Tuhan, TEPAT menangkap setiap detail perintahNya. Dan ia taat persis seperti yang Tuhan mau. Sekecil apapun perintah Tuhan, ia tidak bergeser sedikitpun dari perintah itu. Ia berjalan selaras, sepadan, seirama dengan Komandan. Gideon mencapai tingkat dimana ia tidak lagi mengasihani diri sendiri. Kerinduannya adalah menyenangkan hati Komandannya. Visinya adalah menyelamatkan bangsanya!!! Aplikasi: Apakah kamu menjadikan Tuhan Komandanmu, membiarkanNya menuntunmu, mengajarmu, menegurmu, memprosesmu karaktermu? 2 Tim 2:3-4. Bagaimana mengembangkan kepekaan mendengar suara Tuhan? Yes 50:4-5. Sudahkah kamu punya hati untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang? Baca Yes 61:1-3
Tidak ada waktu untuk santai bagi seorang prajurit. Bersiaplah untuk peperangan, gerakkan para pahlawan. Selamatkan jiwa-jiwa! Kita dipanggil untuk memenangkan peperangan! Be a God’s Army!


RL, Juli 2010
Materi Saat Teduh "Jambore Pelajar Kristen Palu 2010: GOD'S ARMY"

GOD'S ARMY (Part 1)



Salah satu kisah peperangan yang ’fenomenal’ di Alkitab ada di kitab Hakim-Hakim yaitu kisah kemenangan Gideon dan 300 pasukannya versus orang Midian, Amalek, dan bangsa disebelah Timur yang banyaknya seperti belalang. Sebelumnya bangsa Israel hidup dalam tekanan, ketakutan, dan kemelaratan karena bangsa-bangsa itu menyerang, memusnahkan hasil tanah dan ternak. Bangsa Israel membuat tempat-tempat persembunyian tetapi mereka tidak dapat bersembunyi (6:1-6). Bukankah ini adalah gambaran dari kuasa dari setan-setan / roh-roh jahat yang senantiasa menyerang, merampas segala sesuatu yang baik, menekan, memenjarakan, dan membinasakan manusia? Dan serangannya itu akan semakin gencar di akhir zaman ini sebelum waktu kesudahannya tiba. Serangan iblis dapat melalui beberapa aspek yaitu melalui alam roh, melalui sistem dunia ini dengan segala kecanggihan media / teknologi, dan melalui ’musuh dalam selimut’ – daging kita.
Sobat, tidak ada pilihan lain bagi kita sebagai orang percaya. Kita harus bangkit seperti Gideon, menjadi tentara Tuhan yang tangguh, maju berperang, menang dan menyelamatkan jiwa-jiwa! 6 Rahasia kemenangan Gideon sebagai God’s Army adalah:
Satu, Gideon mengerti SIAPA dirinya! (6:11-12). Gideon sempat takut dan bersembunyi, dan itu terjadi akibat ia punya gambar diri yang salah (6:15). Tetapi Tuhan memberinya jati diri ilahi dengan berkata padanya,”Tuhan menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani!” Aplikasi: Menurutmu siapa dirimu? (si jelek/si bodoh/si lemah/si miskin/dll/pahlawan yang gagah berani)? Bagaimana cara mematahkan citra diri yang salah dan menggantinya dengan jati diri ilahi? Katakan pada dirimu,”Aku adalah pahlawan yang gagah berani!” Yoel 3:10, Yoh 1:12
            Dua, Gideon mengenal SIAPA Allahnya! (6:24). Sebelumnya Gideon negative thinking / berprasangka buruk tentang Tuhan (6:13). Pengenalan Gideon akan Allah bertumbuh setelah ia mengalami Tuhan secara pribadi (bukan hanya mendengar apa kata orang) dan mendirikan mezbah kepada Tuhan.dan berkata, ”JEHOVAH SHALLOM / Tuhan itu keselamatan!” Pengenalan kita akan Tuhan akan menentukan kemenangan kita. Aplikasi: Sejauh mana kamu mengenal Allahmu (kasihNya, kesetiaanNya, kuasaNya, dll)? Sudahkah kamu mempunyai pengalaman pribadi denganNya setiap hari? Bagaimana kondisi mezbah (saat teduh, doa, penyembahan, pembacaan Firman Tuhan) kita? Hos 6:3
            Tiga, Gideon menghancurkan Berhala! (6:25-29). Gideon tahu akar / penyebab utama kehancuran hidup mereka adalah berhala dalam hidup mereka (6:1). Berhala yang mereka sembah yang bernama ”Baal” itulah yang membuka pintu lebar-lebar bagi musuh untuk masuk dan menghancurkan mereka. Berhala zaman modern mungkin bukan lagi ’Baal’ tapi ’Uang’, ’Hobi’, ’Pacar’, ’Dosa, ’Kedagingan’, dll dapat menjadi berhala. Sesungguhnya, Berhala adalah siapapun atau apapun yang kita tempatkan diatas Tuhan / melebihi Tuhan! Aplikasi: Dosa-dosa apakah yang masih membelenggu hidupmu?Apa sajakah Berhala dalam hidupmu yang kamu tempatkan diatas Tuhan? Bagaimana cara kita untuk menempatkan Tuhan menjadi yang nomor 1 diatas segalanya? Mat 22:36-40, Mat 6:33, 1 Yoh 2:15, Gal 5:24-25      
  <<Poin 4-6 akan dilanjutkan di bagian kedua>>.
  Tidak ada waktu untuk santai bagi seorang prajurit. Kita dipanggil untuk maju dalam peperangan

RL, Juli 2010
Materi Saat Teduh "Jambore Pelajar Kristen Palu 2010: GOD'S ARMY"