Tidak semua orang memahami manfaat dari pujian penyembahan berupa
nyanyian dan musik yang dipersembahkan kepada Tuhan. Itulah sebabnya mereka
menyanyi sekedarnya atau asal-asalan. Nyanyian kepada Tuhan bukanlah sebatas
lirik-lirik dan nada-nada yang dilantunkan, tetapi ada kuasa dan berkat di
dalamnya! Saat membaca Alkitab, saya menemukan 10 berkat saat kita menyanyikan
lagu yang ditujukan kepada Tuhan!
1. Nyanyian mengundang hadirat dan kemuliaan Allah untuk dinyatakan di
tengah-tengah kita.
2 Tawarikh 5:13-14 "Lalu para
peniup nafiri dan para penyanyi itu serentak memperdengarkan paduan suaranya
untuk menyanyikan puji-pujian dan syukur kepada TUHAN. Mereka menyaringkan
suara dengan nafiri, ceracap dan alat-alat musik sambil memuji TUHAN dengan
ucapan: "Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih
setia-Nya." Pada ketika itu rumah itu, yakni rumah TUHAN, dipenuhi awan, sehingga
imam-imam itu tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian oleh karena
awan itu, sebab kemuliaan TUHAN memenuhi rumah Allah."
Mazmur 22:4, “Padahal
Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.”
2. Nyanyian
membangun kekuatan.
Mazmur 59:17 "Tetapi aku mau
menyanyikan kekuatan-Mu, pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih
setia-Mu; sebab Engkau telah menjadi kota bentengku, tempat pelarianku pada
waktu kesesakanku."
3. Nyanyian
membungkam kekuatan musuh.
Matius 21:16b "belum pernahkah kamu
baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan
puji-pujian?"
Mazmur 8:3 "Dari mulut bayi-bayi dan
anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk
membungkamkan musuh dan pendendam.”
I Sam 16:23, “Sejak itu, setiap kali Saul didatangi roh
jahat itu, Daud mengambil kecapinya dan memainkannya. Lalu Saul merasa tenang
dan nyaman lagi, karena ditinggalkan oleh roh jahat itu.”
4. Nyanyian menggerakkan Allah berperang bagi kita.
Mazmur 21:14 "Bangkitlah, ya TUHAN,
di dalam kuasa-Mu! Kami mau menyanyikan dan memazmurkan keperkasaan-Mu."
2 Tawarikh 20:21-22 "Setelah ia
berunding dengan rakyat, ia mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian
untuk TUHAN dan memuji TUHAN dalam pakaian kudus yang semarak pada waktu mereka
keluar di muka orang-orang bersenjata, sambil berkata: "Nyanyikanlah
nyanyian syukur bagi TUHAN, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih
setia-Nya!"
Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat
TUHANlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari
pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul
kalah."
5. Nyanyian
melepaskan belenggu dan membawa kemerdekaan.
Kisah Para Rasul 16:25-26 "Tetapi
kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian
kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.
Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu
goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu
mereka semua."
Mazmur 71:23 "Bibirku bersorak-sorai
sementara menyanyikan mazmur bagi-Mu, juga jiwaku yang telah Kaubebaskan."
6. Nyanyian membawa orang untuk takut dan percaya kepada Tuhan.
Dengan Nyanyian kita memuliakan Allah di hadapan bangsa-bangsa dan
membawa mereka untuk mengenal Tuhan.
Mazmur 40:4 "Ia memberikan
nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan
melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN."
Mazmur 89:2 "Aku hendak menyanyikan
kasih setia TUHAN selama-lamanya, hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan
mulutku turun-temurun."
7. Nyanyian membajak hati kita sehingga hati kita siap mendengar kabar
keselamatan/Firman Allah.
Mazmur 96:2 "Menyanyilah bagi TUHAN,
pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari."
Melalui ayat diatas kita memahami: sebelum keselamatan itu dikabarkan,
yang harus dilakukan lebih dulu adalah menyanyi bagi Tuhan!
8. Nyanyian memperkuat iman kita kepada janji Allah, membentuk pola pikir
kita menurut pola pikir yang benar (pikiran Allah).
Mazmur 119:172 "Biarlah lidahku
menyanyikan janji-Mu, sebab segala perintah-Mu benar."
Roma 10:17 “Jadi, iman
timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”
9. Nyanyian
membangun keintiman.
Mazmur 63:1-5 “Mazmur Daud, ketika ia ada di padang gurun Yehuda. Ya Allah, Engkaulah
Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu,
seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. Demikianlah aku memandang
kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu. Sebab
kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau. Demikianlah
aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.”
Yesaya 5:1 "Aku hendak menyanyikan
nyanyian tentang kekasihku, nyanyian kekasihku tentang kebun anggurnya:
Kekasihku itu mempunyai kebun anggur di lereng bukit yang subur."
10. Nyanyian adalah persembahan kita kepada Allah untuk selama-lamanya dalam
kekekalan.
Saat orang berkata, “Mari kita memberi persembahan!” Konotasi kita
umumnya adalah mengenai kolekte / uang. Memang itu salah satunya. Tetapi persembahan
kepada Allah ternyata tidak hanya uang, tetapi juga nyanyian kita! Karena itu
kita harus menyanyi dengan penuh penghormatan kepada Tuhan!
Wahyu 15:2-4 "Dan aku melihat
sesuatu bagaikan lautan kaca bercampur api, dan di tepi lautan kaca itu berdiri
orang-orang yang telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan
namanya. Pada mereka ada kecapi Allah.
Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba,
bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang
Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!
Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu? Sebab
Engkau saja yang kudus; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah
Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu.""
Nyanyian yang merupakan persembahan mahal di hadapan Allah adalah
nyanyian yang kita naikkan saat kita sedang berada dalam kondisi yang mungkin sepertinya
kurang baik, namun kita memilih untuk mengucap syukur dan menyanyikan
kebaikan-Nya! Sungguh seperti dupa yang baunya harum di hadapan Allah dan
menyenangkan hati-Nya!
Mari menyanyi bagi Sang Raja dengan pewahyuan yang benar! Ada kuasa dalam
nyanyianmu!
RL, Juni 2013