Minggu, 09 Maret 2014

TUHAN ATAS KEAJAIBAN



Sejak kecil, tanpa kita sadari, kita sudah belajar tentang keajaiban. Dalam permainan suten, gajah yang besar kalah dengan semut yang kecil.

Sejarah juga mencatat bahwa Goliat yang besar bukan dikalahkan oleh raksasa yang lebih besar, tetapi oleh Daud yang jauh lebih kecil.

Ternyata semua yang kecil, lemah, sederhana, tidak berarti, dipandang sebelah mata, punya kesempatan untuk menjadi pemenang! Apalagi jika yang menyertainya adalah Pribadi yang Maha Besar!

Apakah kamu berpikir bahwa kamu orang kecil?
Gak usah minder.
Bukankah cabe yang kecil lebih berasa pedasnya daripada cabe yang besar?
Buktikan bahwa dirimu kecil tapi super pedas!

Sesuatu yang besar dan hebat terkadang tersembunyi dan terkurung di dalam kemasan yang kecil

Tuhan itu penuh dengan keajaiban! Jangan membatasi Tuhan ^^

"Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat,..." (Pkh 9:11).

"Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah." (1 Kor 1:27-29).

"Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya."" (Mat 13:31-32).

RL, Desember 2013

Sabtu, 08 Maret 2014

BENIH DAN PERTUMBUHAN

Bagian kita adalah menanam dan menyiram, Bagian Tuhan adalah memberi pertumbuhan.

Tuhan hanya akan memberi pertumbuhan pada benih yang kita tanam & kita siram! Selama kita tidak menanam & menyiram, Tuhan takkan bekerja.

Jangan kuatir dengan pertumbuhan - itu bagiannya Allah. Selama kita melakukan bagian kita, maka Allah akan melakukan bagian-Nya.

Diantara waktu menanam dan waktu memanen, ada waktu menyiram/merawat. Disinilah pentingnya ketekunan dan kesabaran menanti hasil. Yang penting adalah: jangan pernah berhenti!

Semakin banyak kita menanam, dan semakin rajin kita menyiram, maka semakin banyak panen kita kelak.

Jika kelak benih itu bertumbuh, janganlah sombong, karena kita tidak punya kuasa untuk memberi pertumbuhan.

Sekalipun Allah yang berkuasa memberi pertumbuhan, bukan berarti kita berdiam diri atau bertindak sembrono. Karena Ia juga memberi kita hikmat untuk memilih tanah yang tepat, menanam benih dengan cara yang benar, dan merawat tanaman dengan kemampuan terbaik kita dan penuh kesabaran.

Hasil akhir tetaplah di tangan Allah. Sekeras apapun kita berusaha, jika Allah tidak memberi pertumbuhan, maka semua usaha kita menjadi sia-sia. Itulah sebabnya kita tidak boleh takabur dan mengandalkan diri sendiri. Kita harus selalu berharap dan mengandalkan-Nya.

Saat Allah berkenan menumbuhkan benih kita, dan memberi kita kemampuan untuk menikmati hasilnya, bahkan untuk membagikan kenikmatan tersebut kepada orang lain, itulah yang disebut ANUGERAH ALLAH! Segala puji syukur hanya bagi Dia!

"Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan." (1 Korintus 3:6-7).

RL, November 2013

Tuhan enggan datang ke ibadah kita jika kita tidak merindukan kedatangan-Nya

"Tuhan enggan datang ke ibadah kita jika kita tidak merindukan kedatangan-Nya".

Semua ibadah hanya menjadi rutinitas dan sebatas liturgi jika Ia tidak datang...
Ibadah tersebut boleh meriah dan mengundang decak kagum karena kehebatan sebuah pertunjukkan, tetapi di dalam relung hati tetap ada kekosongan jika Ia tidak hadir...
Tidak ada tangisan pertobatan, tidak ada Perubahan hidup, tidak ada demonstrasi kuasa Allah...
Semua karena kita enggan bertemu Dia.
Kita beribadah karena kita beragama Kristen, tidak lebih..
Semua karena kita mengentengkan Dia.
Kita bermain saat beribadah, bercengkerama, melamun, menikmati permen, dll.

Tuhan menginginkan gairah!
Tuhan mencari ledakan kerinduan dari hati kita!
Tuhan merindukan hati yang mengejar hadirat-Nya dan mencari wajah-Nya!

Sudah saatnya kita bertobat dengan segenap hati dan menjadikan Dia sebagai tujuan ibadah kita!
Dia tidak dapat digantikan oleh acara yang wah, pembicara yang terkenal, nyanyian dan musik yg indah, dll.

KITA HANYA MAU MENCARI DIA.
KITA HANYA MAU BERTEMU DENGAN DIA.
Karena DIA LAH SEGALA-GALANYA.

TUHAN, DATANGLAH KE IBADAH KAMI.
KAMI MERINDUKANMU!


(RL, Januari 2014)

Rabu, 18 September 2013

3 M : MENDENGAR, MENGERTI, MENANGGAP



“Kemudian firman-Nya: "Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi menanggap: jangan!
Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup, supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik dan menjadi sembuh."” (Yes 6:9-10)

Sewaktu membaca ayat ini, akhirnya saya semakin mengerti mengenai 3 step penting pertumbuhan rohani dan kemenangan dalam perjalanan rohani, yang juga bisa diaplikasikan dalam banyak segi kehidupan kita.

STEP 1: MENDENGAR / MELIHAT

Jika mendengar dan melihat saja sudah tidak mau, apa lagi yang bisa diharapkan? Tidak ada!

““buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup, supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya”
-           
     Jika membaca dan mendengar Firman saja sudah enggan, kita tidak bisa berharap bahwa kita akan mengalami pertumbuhan rohani dan mencapai kemenangan demi kemenangan.
-          ** Mendengar dan melihat (membaca) adalah langkah awal keberhasilan. Karena mendengar dan melihat adalah langkah awal dalam proses pembelajaran.
-          ** Umumnya orang yang pengertian adalah orang yang mau mendengar. Umumnya banyak masalah yang tidak perlu terjadi, atau sudah terjadi tapi dapat teratasi jika kita mau lebih banyak mendengar.
-          ** Penghalang kita untuk mau mendengar dan melihat adalah kemalasan dan keegoisan. Kita kudu melawan sikap ini untuk bisa mendengar dan melihat.
-          ** Kita harus menaikkan level “mendengar” menjadi “menyimak”, dan menaikkan level “melihat” menjadi “memperhatikan”.

Tetapi mendengar / melihat barulah 1 hal. Orang yang mendengar belum tentu mengerti. Berapa banyak orang yang mendengar tetapi tidak mengerti. Jika sampai saat ini kita suka mendengar dan melihat, itu sudah baik. Tetapi yang perlu kita ketahui, TUJUAN DARI MENDENGAR / MELIHAT ADALAH PENGERTIAN!

"Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan!”

STEP 2: MENGERTI

“Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.” (Luk 24:45)
Kunci memperoleh pengertian adalah membuka hati dan pikiran. 
Apa itu “membuka hati dan pikiran”?
·        * Bersedia untuk belajar sekalipun sepertinya hal itu sudah kita ketahui – karena mungkin ada hal baru yang bisa kita peroleh.
·         * Bersedia untuk menangkap pesan / intisari dari apa yang diajarkan.
·         * Bersedia untuk diajar sekalipun orang yang mengajar kurang kita sukai / apa yang disampaikan mungkin akan menyakiti kita, mengobrak-abrik kebodohan kita, menyingkapkan kotoran yang melekat pada hati kita.
·         * Bersedia untuk memperbaiki diri dan bergerak / melakukan sesuatu!
·         * Suatu bentuk dari Kerendahan Hati.

Selama kita menutup hati dari awal, kita mungkin mendengar bahkan menyimak, dan mungkin melihat bahkan memperhatikan, tetapi yang kita peroleh bukanlah pengertian, melainkan timbul perlawanan di dalam hati.

“Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.” (Mat 13:4, 19)

Tetapi jika kita membuka hati, maka kdalam proses mendengar dan melihat, kita akan memperoleh pengertian. Tetapi Mengerti adalah 1 hal, sedangkan menanggap adalah hal yang lain lagi. Berapa banyak orang yang mengerti tetapi tidak menanggap? Padahal setelah MENGERTI kita harus MENANGGAP!

STEP 3: MENANGGAP

“Buatlah hati bangsa ini keras…. supaya jangan mereka….. mengerti dengan hatinya, lalu berbalik dan menjadi sembuh”

Ternyata yang membuat seseorang tidak menanggap adalah karena KEKERASAN HATI. Mungkin ia sudah mengerti, tetapi ia kembali mengeraskan hati. Inilah penghalang terbesar untuk seseorang menanggap! Padahal menanggap adalah kunci dari kesembuhan / pertumbuhan / kemenangan / pemulihan. Mendengar dan melihat itu tidak cukup, mengerti itu tidak cukup, kita harus menanggap! Menanggap berarti kita harus aktif, melakukan sesuatu, tidak pasif / berdiam diri.

Saat mencari definisi mengenai “tanggap”, saya memperoleh definisi yang baik dari sebuah blog pribadi: “Orang yang tanggap artinya mampu mendengar, mengerti apa yang didengar dan melaksanakan apa yang seharusnya dia lakukan dengan benar”.

DOSA KEBEBALAN

Sepertinya salah satu dosa “kelas berat” adalah dosa kebebalan:
·         * Sudah mendengar, melihat, dan mengerti, tetapi tidak menanggap, tidak bereaksi, tidak berubah.
·         * Sudah ditegur dengan keras, tersinggung, tetapi tidak bertobat, malah semakin menjadi-jadi.
·         * Sudah ditegur dengan keras, tetapi tidak tersinggung, kebal, cuek, tidak peduli, dan terus melanjutkan hal-hal yang tidak baik.

Tuhan tidak menyerah dengan kebebalan manusia, Ia akan terus menegur dan mengajar, mendidik dan menghukum, tetapi jika manusia terus bebal, akan mendatangkan kecelakaan atas dirinya sendiri. Tuhan Yesus pun mencela kebebalan orang Israel, dan mengulangi bagian kitab Yesaya (berarti ini adalah hal yang penting):

“Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.
Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.
Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.”
(Mat 13:13-15)

RL, September 2013

ALLAH YANG CEMBURU

Kerinduan kita mengenal Allah, akan membawa kita untuk terus menerus – dengan ketekunan – membaca Firman-Nya. Karena Tuhan membiarkan Pribadi-Nya, isi hati-Nya, kesukaan-Nya, rencana-Nya untuk kita kenal melalui Firman-Nya (Alkitab). Nah, sewaktu menelurusi bagian demi bagian di Alkitab, kita akan menemukan salah satu sifat Allah kita. Allah kita ternyata adalah Allah yang cemburu lho :) Tetapi kecemburuan Tuhan gak sama dengan kecemburuan manusia yang egois. Kecemburuan Tuhan itu karena Ia mengasihi kita. Kecemburuan Tuhan itu timbul saat kita memiliki allah lain dalam hidup kita!!! 

Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku.” (Keluaran 20:3,5).

Siapakah “allah lain”? “Allah lain” adalah segala sesuatu yang:
·        ** Menggantikan posisi Tuhan di hati kita (yang kita cintai melebihi Tuhan)
·        ** Mencuri perhatian kita dari Tuhan
·        ** Membuat kita melupakan Tuhan
      ** Kita andalkan melebihi Tuhan!
Akibatnya Tuhan bisa mengambil / menjauhkan “allah lain” itu!

       1. Orang lain
“Maka sesungguhnya Tuhan, TUHAN semesta alam, akan menjauhkan dari Yerusalem dan dari Yehuda setiap orang yang mereka andalkan, segala persediaan makanan dan minuman” (Yes 3:1)

Kehadiran orang lain bisa membuat kita melupakan Tuhan. Kita bisa mengandalkan kekuatan rekan / teman / keluarga melebihi kekuatan Tuhan. Kita juga bisa mengasihi mereka melebihi Tuhan. Seakan-akan dengan kehadiran mereka, kita tidak lagi membutuhkan Tuhan!!!

Tanpa kita sadari mereka sudah menjadi allah lain. Jika ada orang lain yang kita andalkan / kasihi melebihi Tuhan, terkadang Tuhan harus menjauhkan orang itu dari kita – melalui pengalaman ditinggalkan, dikhianati, disakiti, dll – supaya kita bersandar hanya kepada Dia!

“Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!” (Yer 17:5). Mengandalkan manusia membawa hati kita menjauh daripada Tuhan! Mengapa sih Tuhan mau kita mengandalkan Dia saja? Karena Tuhanlah sandaran yang kokoh, pegangan yang teguh, dan kita takkan dikecewakan.
2.      
           2. Perhiasan (harta benda)
“Pada waktu itu Tuhan akan menjauhkan segala perhiasan mereka: gelang-gelang kaki, jamang-jamang dan bulan-bulanan;” (Yes 3:18)

Harta benda bisa membuat kita sombong dan melupakan Tuhan. Tuhan bisa mengambil harta benda itu, membuat kita mengalami kerugian, kehilangan, dlsbnya, agar kita sadar bahwa Tuhan-lah yang pantas dicintai!
3.      
          3. Diri kita sendiri
“Tetapi apabila Tuhan telah menyelesaikan segala pekerjaan-Nya di gunung Sion dan di Yerusalem, maka Ia akan menghukum perbuatan ketinggian hati raja Asyur dan sikapnya yang angkuh sombong.
Sebab ia telah berkata: “Dengan kekuatan tanganku aku telah melakukannya dan dengan kebijaksanaanku, sebab aku berakal budi; aku telah meniadakan batas-batas antara bangsa, dan telah merampok persediaan-persediaan mereka, dengan perkasa aku telah menurunkan orang-orang yang duduk di atas takhta.…demikianlah tanganku telah menjangkau kepada kekayaan bangsa-bangsa, …demikianlah aku telah meraup seluruh bumi, …” (Yer 10:12-14)

Kesuksesan, keberhasilan, prestasi, penghargaan, reward, talenta, kelebihan kita dapat membuat kita berbangga diri dan melupakan Tuhan! Kita mengira dengan segala kehebatan kita, kita tidak lagi membutuhkan Tuhan. Kita tidak lagi memohon pimpinan-Nya, kekuatan-Nya, mencari wajah-Nya. Tanpa sadar, kelebihan kita sendiri dapat menjadi allah kita – kebijaksanaan dan kekuatan kita lah sumber keberhasilan. Ini menyinggung Tuhan!  

“Adakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya, atau gergaji membesarkan diri terhadap orang yang mempergunakannya? Seolah-olah gada menggerakkan orang yang mengangkatnya, dan seolah-olah tongkat mengangkat orangnya yang bukan kayu!” (Yer 10:15)

Kesombongan ini membawa diri kita untuk mengira Tuhan-lah yang membutuhkan tenaga kita, uang kita, pikiran kita, waktu kita. Padahal kita-lah yang membutuhkan Tuhan!

“Sebab itu Tuhan, TUHAN semesta alam, akan membuat orang-orangnya yang tegap menjadi kurus kering, dan segala kekayaannya akan dibakar habis, dengan api yang menyala-nyala.” (Yes 10:16)

Terkadang Tuhan harus mengizinkan peristiwa yang membuat kita tak berdaya: kegagalan, kejatuhan, sakit, dlsbnya, supaya kita sadar bahwa kita tak bisa hidup tanpa Tuhan!

SEANDAINYA…. Tuhan tidak “menghukum” kita,
SEANDAINYA… Tuhan tidak menjauhkan allah-allah lain tersebut, apa yang akan terjadi?
Kita akan menuju kebinasaan!!!
Tuhan cemburu karena Ia baik!!!
Saya bersyukur untuk Tuhan yang cemburu karena mengasihi saya…
Saya bersyukur karena saat saya mulai menyimpang, kecemburuan Tuhanlah yang membawa saya kembali ke jalan-Nya!!!
Meskipun demikian, adalah lebih bijak jika kita tidak membangkitkan kecemburuan-Nya!

“Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.
Sebab sesungguhnya, siapa yang jauh dari pada-Mu akan binasa; Kaubinasakan semua orang, yang berzinah dengan meninggalkan Engkau.
Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan ALLAH, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya.”
(Mzm 73:25-28)

RL, September 2013

Minggu, 08 September 2013

DARE TO BE DIFFERENT


Dare to be different (Berani untuk berbeda) bukan hanya statement / pernyataan indah dan radikal untuk diucapkan. Bahkan lebih dari sekedar penampilan luar. Tetapi Dare to be different adalah jati diri dari setiap orang yang menyebut dirinya "KRISTEN" yang berarti pengikut Kristus. Yesus Kristus adalah pribadi yang sungguh berani tampil beda! Jati diri-Nya, perkataan-Nya, tindakan-Nya, seluruh hidup-Nya, tidak dapat disamakan dengan tokoh-tokoh manapun yang pernah ada di dunia!

Berani untuk Berbeda
 
Berani untuk berbeda bukan berarti berekspresi, tampil, dan hidup semau gue. Berani untuk berbeda yang dimaksud adalah agar kita jangan menjadi serupa dengan dunia [Rom12:2a] karena sejak semula, Allah telah memilih dan menentukan kita untuk menjadi serupa dengan gambaran AnakNya yaitu Yesus Kristus [Rom 8:29]. Selama hidupNya sebagai manusia di dunia, Yesus Kristus telah meninggalkan teladan bagi kita, supaya kita mengikuti jejakNya [1 Pet 2:21]. Jadi, berani untuk berbeda berbicara tentang: MENELADANI YESUS!

I. Jati diri yang berbeda

Semasa hidup-Nya sebagai manusia, Yesus Kristus dengan jelas mengetahui identitas-Nya sebagai Allah yang kekal. Identitas itu tak tergoyahkan oleh apapun juga. Nah, sejak kita bertobat dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita menjadi anak-anak Allah [Yoh 1:12]. Roh kita berbeda! Kenyataannya banyak anak muda yang merasa rendah diri, mengidolakan orang-orang terkenal dan meniru cara hidup mereka, serta merusak diri mereka dengan rokok, tatto, miras, narkoba, free sex, dll.

Banyak anak muda sedang kehilangan jati diri sehingga iblis dengan mudah merusak mereka. Padahal jati diri kita dalam Tuhan sungguh luar biasa. Selain sebagai “anak Allah”, identitasmu didalam Tuhan adalah bangsa yang terpilih, imamat rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri [1 pet 2:9]. So, sekalipun dalam masalah, kelemahan, kesedihan, kegagalan, dll, identitasmu tetap adalah anak Allah! Itu tak boleh tergoyahkan atau tergantikan! Jati diri kita, roh kita, identitas kita BERBEDA DARI DUNIA!

Maukah kamu melepaskan atau membuang hal-hal yang menggoyahkan identitasmu didalam Tuhan?
Apa sajakah hal-hal itu?

II. Tujuan hidup yang berbeda

Yesus berkata bahwa makanan, pakaian, dan jika boleh ditambahkan, termasuk pasangan hidup, pekerjaan, harta, jabatan, popularitas, dicari oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah [Mat 6:31-32]. Bandingkan dengan Yesus. Bagi Yesus, makanan-Nya (kebutuhan vital) adalah melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya [Yoh 4:34]. 

Banyak anak muda yang hanya karena ga dapet pacar/putus pacar, ga memiliki yang diinginkan, gagal, lalu depresi dan pengen mati. Sebegitu rendahkan tujuan hidup manusia? Sebagai anak Allah, tujuan hidup kita harus berbeda! Prioritas UTAMA dalam hidup kita adalah Mencari dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya dibanding apapun [Mat 6:33]. Bukan berarti kita nggak boleh belajar, bekerja, memiliki pasangan hidup, dll, tetapi itu bukanlah tujuan hidup. Jika semua yang ada didalam dunia yang menjadi tujuan hidup, kita akan rapuh, seperti rapuhnya hal-hal tersebut.

Sebagai anak Tuhan: kita beribadah, ngasih persembahan, melayani, dan mengira udah hidup bagi Tuhan. Padahal jauh dilubuk hati, semua itu kita lakukan untuk kemuliaan diri. Semua itu sia-sia dihadapan Tuhan jika motivasi kita keliru. Apakah kita mau hidup sia-sia? Guys, Tujuan hidup kita sungguh mulia! Motivasi kita harus benar! Fokus utama kita hanya satu: MEMULIAKAN ALLAH [Yes 43:7, Rom 11:36].
Tuhan tidak melarang kita memiliki mimpi. Apakah impian atau cita-citamu?Lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah!

Untuk hidup berbeda dari dunia emang nggak mudah. Kita harus berjalan melawan arah arus yang salah. Dibutuhkan ketetapan hati, kekuatan, dan keberanian! Yesus adalah Pribadi yang berani berdiri sendiri diatas kebenaran. Darimana sumber keberanian dan kekuatan Yesus? ROH KUDUS! Begitu dahsyatnya kuasa Roh Kudus untuk menjadikan kita saksi Allah [Kis 1:8]. Beranilah untuk berbeda sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, dan ketertiban [2 Tim 1:7].

III. Prinsip yang berbeda

Prinsip hidup kita mempengaruhi gaya hidup kita, yang akhirnya membentuk karakter kita. Jika prinsip kita adalah “santai aja”, maka kita menjadi pemalas. Jika prinsip kita adalah “semua untuk aku”, maka kita akan pelit dan akhirnya terbentuk menjadi pribadi dengan karakter yang egois. Ngerinya, hal ini mempengaruhi masa depan! Seseorang dengan prinsip “asal saya benar-benar cinta”, akan memilih pasangan hidup tanpa mempertimbangkan: apakah seiman? Apakah sudah waktunya menjalin hubungan? Apakah sudah siap dari segi finansial, kedewasaan mental, kedewasaan rohani? Apakah batasan dalam berpacaran? Karena tidak punya prinsip yang benar, banyak anak muda yang salah langkah dan merusak masa depannya!

Sebaliknya, dengan prinsip yang benar, gaya hidup dan karakter yang buruk bisa berubah! Jika prinsip kita adalah “kejujuran”, maka kita yang dulu sukanya bohong, nyontek, manipulasi keuangan perusahaan, menipu, akan berubah dan dengan pertolongan Roh Kudus, kita akan menjadi pribadi yang jujur.
Prinsip hidup kita haruslah Firman Allah [Mzm 119:33-37]. Gaya hidup kita harus berbeda dari dunia! Yesus tidak sekalipun menurunkan standar itu. Yesus berbeda dalam hal KASIH-NYA kepada orang berdosa [Yoh 8:2-11], dalam KEMURNIAN motivasi-Nya didalam pelayanan [Luk 18:18-19], dalam KERENDAHAN HATI-NYA [Flp 2:3-8], dalam KEKUDUSAN-NYA dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan-Nya [1Pet 2:22-23], dll.

Tuhan mau kita menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian [1Tim4:12]
Maukah kamu mengubah prinsip, gaya hidup, dan karakter yang tidak sesuai Firman-Nya?
Apa sajakah prinsip hidup atau karaktermu yang tidak sesuai Firman Allah?

IV. Gairah yang berbeda

Masa hidup manusia di dunia ada batasnya. Tau nggak, saking begitu singkatnya masa hidup manusia di dunia, sehingga Alkitab mengumpamakan hidup manusia seperti uap yang kelihatan sebentar saja lalu lenyap [Yak 4:14]. So, selama masih ada kesempatan, gairah kita dalam belajar, bekerja, melayani Tuhan, dan setiap hal yang kita kerjakan harus lebih dari orang dunia! Jangan menyia-nyiakan masa mudamu. Iblis aja tahu bahwa waktunya uda sangat singkat! [Why12:12]. Gairah yang berbeda itu adalah untuk membawa orang-orang mengenal Tuhan Yesus melalui apa yang kita kerjakan. Tuhan Yesus berkata “Hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” [Mat 5:16]. Tuhan Yesus rindu setiap orang diselamatkan! ! Bagaimana denganmu? Apakah kamu juga memiliki gairah melihat setiap orang diselamatkan?

V. Akhir yang berbeda

Kelak setiap manusia akan menghadap pengadilan Allah. Keputusan kita untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, hidup bagi Dia dan didalam kebenaran-Nya menentukan kekekalan kita: di sorga atau neraka [Why 20:12-15, Mat 7:22-23]. Gairah kita dalam bekerja menghasilkan buah dan memenangkan jiwa menentukan upah dan mahkota kita kelak [Why 14:13]. Akhir yang bagaimanakah yang kamu inginkan?
Buatlah Komitmen kepada Tuhan untuk kamu lakukan sepulang dari JPR!


RL, Agustus 2011
(Materi Saat Teduh Jambore Pemuda Remaja GPPS Se-Sulteng Agustus 2011: "Dare to be Different!")