Anak-Ku,
Mengapa engkau lebih percaya kepada pengertianmu daripada percaya
kepada-Ku? Hikmat-Ku Kuberikan bagimu jika engkau mengandalkan-Ku.
"Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.
Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;
itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu." (Amsal 3:5-8)
Mengapa engkau lebih percaya kepada usahamu, kerja kerasmu, lebih dari
pada percaya kepada-Ku? Lupakah engkau bahwa Aku-lah Sumber segalanya?
Aku sanggup memberikan berkat lebih dari yang sanggup engkau usahakan
dengan kerja kerasmu jika engkau mengutamakan Aku lebih dari apapun.
"Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya...
Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan
makan roti yang diperoleh dengan susah payah — sebab Ia memberikannya
kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Mazmur 127:1a,2
Mengapa engkau berpikir bahwa kekuatan, persiapan, dan strategimu akan
membawamu kepada kemenangan? Tidakkah engkau tahu, bahwa kemenangan ada
di tangan-Ku?
"Sebab bukan kepada panahku aku percaya, dan
pedangku pun tidak memberi aku kemenangan, tetapi Engkaulah yang memberi
kami kemenangan terhadap para lawan kami, dan orang-orang yang membenci
kami Kauberi malu." Mazmur 44:7-8
Mengapa engkau lebih
mengharapkan pertolongan manusia daripada mengharapkan pertolongan-Ku?
Manusia yang engkau harapkan terbatas dalam banyak hal, tetapi Aku
adalah Tuhan-mu yang tak terbatas!
"Sesungguhnya, Akulah TUHAN, Allah segala makhluk; adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk-Ku?" Yer 32:27
Mengapa engkau lebih merasa aman jikalau manusia membelamu dan mengejar
pembelaan manusia lebih daripada pembelaan-Ku? Tidakkah engkau tahu
bahwa pembelaan-Ku lebih kuat dari apapun?
"Sebab itu apakah
yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita,
siapakah yang akan melawan kita?" Roma 8:31
"...apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka." Wahyu 3:7
Dan Mengapa engkau menuntut keadilan dari manusia? Tidakkah engkau tahu
bahwa menuntut keadilan dari manusia hanya akan membawamu kepada
perselisihan dan jurang kekecewaan? Aku-lah Hakim yang Adil, yang akan
melindungi orang benar dan menghukum orang jahat pada waktu yang
Kutetapkan.
"Sebab Engkau membela perkaraku dan hakku, sebagai Hakim yang adil Engkau duduk di atas takhta." Mazmur 9:5
"Ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, benar dan adil segala penghakiman-Mu." Wahyu 16:7b
Anak-Ku, Belajarlah untuk percaya pada rancangan-Ku.
"Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari
jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu." Yesaya 55:8-9
Jangan menyerah, Aku sanggup memberimu kekuatan didalam kelemahan dan ketidakberdayaanmu.
"Tetapi Tuhan menjawab, "Aku mengasihi engkau dan itu sudah cukup
untukmu; sebab kuasa-Ku justru paling kuat kalau kau dalam keadaan
lemah." Itu sebabnya saya lebih senang membanggakan kelemahan-kelemahan
saya, sebab apabila saya lemah, maka justru pada waktu itulah saya
merasakan Kristus melindungi saya dengan kekuatan-Nya.
Jadi saya
gembira dengan kelemahan-kelemahan saya. Saya juga gembira kalau oleh
karena Kristus saya difitnah, saya mengalami kesulitan, dikejar-kejar
dan saya mengalami kesukaran. Sebab kalau saya lemah, maka pada waktu
itulah justru saya kuat." 2 Kor 12:9-10 BIS
Jangan risau dengan orang-orang yang berbuat jahat. Kegembiraan mereka hanya sesaat dan kebanggaan mereka takkan bertahan lama.
"Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang;
sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau.
Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah
karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan
tipu daya.
Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.
Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi
orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri." Mazmur
37:1-2, 7-9
Carilah kehendak-Ku dan serahkan hidupmu
kepada-Ku. Bersabarlah dalam proses yang Aku izinkan terjadi dalam
hidupmu. Aku pasti menolongmu!
"Serahkanlah hidupmu kepada
TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak. Nantikanlah
TUHAN dengan hati yang tenang, tunggulah dengan sabar sampai Ia
bertindak." Mazmur 37:5 TB, 7a BIS.
RL, Juli 2014
Rabu, 13 Agustus 2014
SIBUK
SIBUK. Kita sibuk karena mengejar kesuksesan & nama
besar, mencapai prestasi, mengumpulkan pundi-pundi uang, membangun rumah, memburu
posisi, dll
Kita berlari sedemikian kencang, dengan energi penuh, meraih
semua yang bisa dipegang, tanpa henti. Sampai-sampai kita melupakan banyak hal.
Kita lupa berhenti sejenak dan merenungkan perkara-perkara
yang jauh lebih penting, yang telah kita lewatkan.
Kita melupakan tujuan hidup yg sesungguhnya: mengejar
perkara kekal bukan perkara fana, mengumpulkan harta abadi bukan harta yang
mudah layu.
Kita melupakan Tuhan, rencana-Nya, dan pekerjaan-Nya. Kita
sibuk dengan diri kita, rencana kita, dan pekerjaan kita.
Kita juga lupa bahwa hidup bukan untuk mengumpulkan
melainkan untuk berbagi. Kita lupa menoleh pada orang-orang disekitar kita yang
membutuhkan uluran tangan kita.
Kita lupa membangun hubungan yang tulus & penuh cinta.
Meluangkan waktu bersama orang-orang yang kita kasihi, bercengkerama &
bermain bersama mereka.
Kita lupa menjaga kesehatan kita dan memberi penyegaran pada
jiwa kita. Padahal tubuh dan jiwa kita perlu diperbarui setiap hari.
Kita sibuk menghitung berapa banyak yang bisa kita peroleh tetapi
lupa menghitung berapa banyak yang telah kita terima. Akhirnya kita lupa
bersyukur.
Makna kehidupan tidak didapat dari harta yang melimpah,
prestasi yang luar biasa, nama besar, posisi tinggi, dll.
Makna kehidupan diperoleh dari menjalani kehidupan bagi
rancangan Tuhan, hidup didalam kasih, suka berbagi, menjalin hubungan, & menikmati
kehidupan.
Hari ini kita yang sibuk diingatkan untuk tidak lupa. Supaya
disaat menutup mata untuk yang terakhir kalinya kita tidak berada didalam
penyesalan.
Melainkan kita bisa menutup mata dengan tenang & menghembus
nafas terakhir seraya berkata,"Tugasku telah selesai, Tuhan. Terima kasih
untuk hidup yang Kau beri"
Kita kembali pada-Nya dengan senyum, perasaan puas dan penuh
damai.
Hidup ini singkat, jangan kehilangan makna kehidupan.
RL, Maret 2014
Rabu, 02 Juli 2014
KETULUSAN
Ada suatu Realita Kehidupan yang menyedihkan yang terjadi di
bawah matahari:
Hati seseorang memang tidak bisa dipaksa untuk berubah, kecuali ia sendiri yang mau mengubahnya...
Ada orang-orang tertentu yang:
Tidak peduli seberapa sering kita berbuat baik kepada mereka,
Tidak peduli seberapa banyak kita menolong mereka,
Tidak peduli seberapa sering kita ada saat mereka didalam kesukaran,
Tidak peduli seberapa banyak kita mendukung mereka untuk menjadi lebih baik,
Mereka takkan mengasihi kita!
Itulah sebabnya beberapa orang akhirnya berhenti berbuat baik kepada orang-orang yang tidak tahu berterima kasih.
Perbuatan baik yang dilakukan dengan mengharap pamrih, memang akan berujung pada kekecewaan.
Untuk berbuat sesuatu yang baik, tidak perlu mengharap pemberian jasa dari manusia. Karena upah dari Tuhan jauh lebih mulia daripada segala ucapan terima kasih, pujian, sanjungan, dan penghargaan manusia.
Itulah pengharapan dan damai sejahtera yang membuat kita tenang dan ikhlas.
Hati seseorang memang tidak bisa dipaksa untuk berubah, kecuali ia sendiri yang mau mengubahnya...
Ada orang-orang tertentu yang:
Tidak peduli seberapa sering kita berbuat baik kepada mereka,
Tidak peduli seberapa banyak kita menolong mereka,
Tidak peduli seberapa sering kita ada saat mereka didalam kesukaran,
Tidak peduli seberapa banyak kita mendukung mereka untuk menjadi lebih baik,
Mereka takkan mengasihi kita!
Itulah sebabnya beberapa orang akhirnya berhenti berbuat baik kepada orang-orang yang tidak tahu berterima kasih.
Perbuatan baik yang dilakukan dengan mengharap pamrih, memang akan berujung pada kekecewaan.
Untuk berbuat sesuatu yang baik, tidak perlu mengharap pemberian jasa dari manusia. Karena upah dari Tuhan jauh lebih mulia daripada segala ucapan terima kasih, pujian, sanjungan, dan penghargaan manusia.
Itulah pengharapan dan damai sejahtera yang membuat kita tenang dan ikhlas.
"Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan
segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa
dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah.
Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya." (Kolose 3:23-24).
RL, Des 2013
RL, Des 2013
MENGHAKIMI
Manusia melihat, menilai & mengambil kesimpulan menurut
apa yang tampak mata.
Yang sebenarnya hanya Tuhan yang tahu karena Ia juga melihat yang tidak tampak oleh mata, yaitu semua yang ada di dalam hati manusia dan semua yang terjadi yang tidak diketahui manusia.
Kita tidak tahu semuanya...
Kita hanya mengetahui yang nampak mata...
Tuhanlah yang mengetahui semuanya!
Terkadang fakta yang kita lihat & kabar yang kita dengar bukanlah kebenaran yang sesungguhnya. Terkadang kebenaran yang sesungguhnya justru adalah hal-hal yg tidak kita lihat & yang belum kita ketahui.
Mungkin inilah sebabnya kita sebaiknya tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan dan menghakimi orang lain, karena bisa jadi penilaian dan kesimpulan kita selama ini ternyata salah.
Hal yang paling memalukan dan mengerikan adalah pada saat penghakiman akhir di hadapan Tuhan, dimana Tuhan membuka semuanya dan seseorang dipermalukan, dinyatakan bersalah, dan dihakimi oleh Tuhan karena penilaian dan kesimpulannya terhadap orang lain yang ia hakimi selama di dunia ternyata keliru!
"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." (Mat 7:1-2).
Yang sebenarnya hanya Tuhan yang tahu karena Ia juga melihat yang tidak tampak oleh mata, yaitu semua yang ada di dalam hati manusia dan semua yang terjadi yang tidak diketahui manusia.
Kita tidak tahu semuanya...
Kita hanya mengetahui yang nampak mata...
Tuhanlah yang mengetahui semuanya!
Terkadang fakta yang kita lihat & kabar yang kita dengar bukanlah kebenaran yang sesungguhnya. Terkadang kebenaran yang sesungguhnya justru adalah hal-hal yg tidak kita lihat & yang belum kita ketahui.
Mungkin inilah sebabnya kita sebaiknya tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan dan menghakimi orang lain, karena bisa jadi penilaian dan kesimpulan kita selama ini ternyata salah.
Hal yang paling memalukan dan mengerikan adalah pada saat penghakiman akhir di hadapan Tuhan, dimana Tuhan membuka semuanya dan seseorang dipermalukan, dinyatakan bersalah, dan dihakimi oleh Tuhan karena penilaian dan kesimpulannya terhadap orang lain yang ia hakimi selama di dunia ternyata keliru!
"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." (Mat 7:1-2).
"Kamu menghakimi menurut ukuran manusia..." (Yoh
8:15).
"Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil."" (Yoh 7:24).
RL, Des 2013
"Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil."" (Yoh 7:24).
RL, Des 2013
CINTA INI MEMBUNUHKU
CINTA – Sebuah kata yang sangat powerful! Ketika pernyataan “aku CINTA kamu” dibisikkan ke telinga seseorang yang sedang kasmaran, dan kemudian dibalas dengan pernyataan yang sama, kedua sejoli yang sedang jatuh cinta seakan langsung terbang ke langit ke tujuh! – begitulah kata para pujangga. Lihatlah teman-teman remajamu yang “katanya” sedang jatuh cinta, mereka terkadang bertindak lebay sampai tak pusing dikatakan alay.
KEKUATAN CINTA
Jika CINTA yang “hanya” dalam wujud kata-kata saja dampaknya
bisa “menerbangkan” dan membuat orang “melayang-layang”, kekuatan CINTA bahkan bisa
lebih hebat lagi! Bagi orang pada umumnya, 7 tahun bukan waktu yang singkat,
bukan? Tetapi tidak bagi Yakub. CINTA seakan dapat mempersingkat 2555 hari
menjadi 3-4 hari! “Jadi bekerjalah Yakub
tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu
dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel.” (Kej
29:20). Wow! Hebat ya…
Nah, beberapa orang lagi mengumpamakan CINTA itu seperti
api. Katanya kalau tidak mau terbakar, jangan coba-coba bermain dengan CINTA.
Agaknya pernyataan tersebut ada benarnya, karena Kidung Agung 8:6-7 berkata, “Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu,
seperti meterai pada lenganmu, karena CINTA kuat seperti maut , kegairahan
gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api
Tuhan! Air yang banyak tak dapat memadamkan CINTA… ”
CINTA itu seperti api dan kuatnya seperti maut. Kita mungkin
pernah mendengar tentang kisah heroik para orang tua yang rela mengorbankan
nyawa demi keselamatan anak-anaknya yang dalam bahaya. Bahkan Kisah Cinta
terbesar yang nggak ada duanya, seperti yang telah kita percayai sesuai Kitab
Suci, yaitu Firman Allah yang Maha Kuasa – Tuhan Yesus – rela mengorbankan
segalanya dengan meninggalkan Sorga, menjadi manusia dan menyerahkan nyawa-Nya
di kayu Salib untuk keselamatan umat manusia (Yoh 3:16). Bukankah kekuatan CINTA
itu sebenarnya luar biasa?
IKATAN CINTA
Jadi CINTA itu sebenarnya bukan hanya sebatas perasaan
melainkan sebuah keputusan yang di dalamnya
terdapat komitmen (ikatan). Saat kita memutuskan mencintai seseorang
atau sesuatu, berarti kita sedang mengikatkan diri dengan orang itu atau hal
itu. Mengikatkan diri pada hal-hal baik tentu mendatangkan keuntungan untuk
kita. Permasalahannya adalah bagaimana jika ternyata kita CINTA (mengikatkan
diri) pada hal yang keliru?
CINTA YANG MEMBUNUH
Seseorang pernah berkata, “Kita dibentuk dan ditentukan
oleh apa yang kita cintai”. Hati-hati dengan apa yang kamu cintai
karena apa yang kamu cintai akan membentuk pola pikir dan kebiasaanmu, bahkan
masa depan dan akhir hidupmu akan ditentukan oleh apa yang kamu cintai! CINTA
bukan permainan, karena CINTA dapat menghidupkan, tapi CINTA juga dapat
membunuh!
- Cris Stanifort (20 tahun), Chen Jung Yu (23 tahun), dan banyak anak muda lain mati karena CINTA dengan game online, waktu dihabiskan berjam-jam di depan layar komputer, dan akhirnya mereka mati karena mengabaikan kebutuhan dasar manusia seperti makan dan tidur. Mereka mati muda dan gagal menggapai cita-cita. Hidup mereka pun “game over”. Tragis!
Hal ini belum termasuk anak-anak muda yang CINTA dengan
judi, rokok, miras, pornografi, free sex,
narkoba, ataupun hal-hal yang kelihatan sepele seperti CINTA sama gadget, social media, benda-benda
tertentu, nyontek, bela diri, idola-idola, horoskop, dll. Mereka keluar masuk
panti rehabilitasi, menua di dalam penjara, hancur gambar dirinya, menyakiti
diri sendiri, masa depannya berantakan, gagal menggapai cita-cita, dll.
Sob, peringatan Alkitab juga sangat keras terhadap hal ini: “Janganlah
mencintai dunia ini, atau apa saja yang ada di dalam dunia ini. Kalau kalian
mencintai dunia, kalian tidak mencintai Bapa. Sebab semua yang ada di dalam
dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup,
bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.” (I Yoh 2:15BIS,
2:16TB). Ini jelas-jelas larangan, man! Tuhan mau melindungi kita untuk tidak
mengulang tragedi yang sama dengan orang-orang yang mencintai dunia:
- Simson jatuh CINTA kepada Delila (Hak 16:4) lebih daripada panggilannya sebagai Nazir Allah – dan masa depannya tak sama lagi. Simson gagal menggenapi rencana Allah yang semula bagi dirinya, begitupun Salomo (I Raj 11:1-4). Mencintai pria/wanita yang tidak cinta Tuhan dan tidak cinta Firman-Nya, bisa menyebabkan seseorang gagal menggenapi rancangan Allah!
- Yudas Iskariot CINTA akan uang (Yoh 12:4-6) dan berakhir dengan meninggalkan iman dan bunuh diri. Banyak anak muda yang bergaya hedonisme, hobi gonta ganti gadget, boros membeli barang-barang yang tidak perlu, yang semuanya itu ujung-ujungnya duit! Tuhan mengingatkan CINTA akan uang adalah akar segala kejahatan yang dapat membuat orang menyimpang dari iman (I Tim 6:9-10).
- “Engkau lebih mencintai kejahatan daripada kebaikan, lebih suka berbohong daripada berkata benar.” (Mzm 52:5,BIS). Akibatnya adalah kebinasaan (ayat 7). Ini termasuk pelajar yang CINTA ketidakjujuran misalnya nyontek saat ujian, cinta sama dosanya dan nggak mau bertobat dan meninggalkannya.
Apa akibatnya bagi mereka yang mencintai dunia daripada
Allah? Kebinasaan! Itulah cinta yang membunuh, yang berasal dari si jahat (Yoh
10:10, I Yoh 2:17).
DIMANAKAH CINTA INI
AKAN KUTAMBATKAN?
Jadi gimana sekarang,
dimanakah cintaku akan kamu tambatkan? Ke Tuhan Yesus lah kan! Ingat, hidup
kita dibentuk dan ditentukan oleh apa yang kita cintai. Kenapa Tuhan suruh agar
kita MENCINTAI Dia lebih dari segalanya? Supaya kita menjadi serupa dengan Dia!
(Roma 8:29). Kita takkan menjadi serupa
dengan Tuhan jika kita tidak mencintai Dia.
Lah terus gimana
dengan ujian yang tinggal sebentar lagi? Apa bisa lulus tanpa “pelampung”,
tanpa bocoran soal, atau tanpa bantuan guru dan teman?
Iya lah! Penolongmu jauh lebih hebat –
Pencipta langit bumi dan Sumber segala hikmat, yang penting ora et labora – berdoa dan
bekerja/belajar!
Ooo gitu ya.. terus
cinta sama hal-hal dunia kayak judi, pornografi, bela diri, idola ditinggalkan
juga?
Iya! Karena kita nggak bisa mengikatkan diri dengan Tuhan sementara
di lain pihak kita sedang mengikatkan diri dengan hal-hal yang Tuhan nggak
suka. Jika kita memilih untuk menambatkan CINTA kita sama Tuhan, maka kita
harus melepaskan ikatan-ikatan lama dan mengikatkan diri dengan hal-hal yang
Tuhan suka yaitu kasih, kebenaran, kekudusan, kerajinan, dll (I Tim 6:11-12).
CINTA pada Tuhan akan
menjadi motor penggerak untuk kita belajar Firman Tuhan dan melakukan
kehendak-Nya selama di dunia ini untuk menggenapi rancangan-Nya yang mulia!
“Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari
ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk.
Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun
keturunanmu, dengan MENGASIHI TUHAN,
Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti
hidupmu dan lanjut umurmu di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada
nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya
kepada mereka.”
(Ulangan 30:19-20)
[Bible Focus Bulletin Kebaktian Pelajar Kristen Palu "Revival News" Edisi 9, Bulan Maret 2014]
RL, Maret 2014
Senin, 02 Juni 2014
SELALU ADA YANG BARU DISINI !!!
Betapa hatiku rindu melihat senyuman di wajah para penerima tamu...
Mereka menyambutku dengan kehangatan, merangkul aku dengan kasih seakan aku saudara yang seibu dan seayah dengan mereka..
Bagaimana bisa mereka mengasihiku seperti itu?
Dari manakah mereka memperoleh kasih dan kehangatan seperti itu?
Kasih dan kehangatan yang jarang kudapatkan di rumah..
Betapa hatiku rindu merasakan kembali hadirat Allah yang kuat
Saat aku masuk ke rumah Tuhan, mengangkat tangan dan membuka mulut memuji nama-Nya..
Saat aku merasakan lonjakan yang dahsyat dalam dadaku untukku melompat atau sentuhan-Nya yang membuatku bertelut di hadapan-Nya
Terkadang air mata mengalir di pipiku saat kurasakan Tuhan sedang memeluk aku!
Para saudara di sekelilingku juga merasakan hadirat yang sama..
Pengalaman yang tak terkatakan dan tak tergantikan...
Betapa hatiku menantikan saat Tuhan berbicara melalui hamba-Nya..
Hatiku berdebar-debar saat Firman Tuhan akan diucapkan.
Betapa kurindu mendapatkan sesuatu yang baru..
Yang kutahu, semua kekosongan dan beban berat di hatiku telah sirna..
Perkataan Tuhan sungguh begitu nyata menopang dan mengokohkan aku..
Semakin aku mengenal Penebusku melalui kebenaran Firman-Nya..
Semakin aku diperbarui oleh-Nya..
Betapa hatiku rindu saat membawa persembahan ke rumah-Nya..
Mengungkapkan cintaku melalui apa yang dapat kuberikan..
Sekalipun aku tahu yang kupersembahkan tak sebanding dengan anugerah-Nya..
Tapi aku tahu Ia tersenyum saat aku melakukannya dengan segenap hatiku..
Betapa kurindu bergabung dengan teman-temanku dalam pelayanan..
Aku tidak bisa melakukan banyak hal, tapi setidaknya ada beberapa hal yang bisa kulakukan untuk Tuhan..
Aku bersyukur karena Bapa menjawab kerinduanku..
Seorang sahabat mengajak aku untuk melayani Kekasih Hatiku..
Tunggu dulu...
Aku hampir saja melewatkannya...
Ada anggota keluarga baru yang duduk di sebelah kiri!
Di sebelah kanan depan juga!
Wow! Di kursi bagian belakang juga!
Betapa hatiku bersukacita.. Betapa hatiku selalu rindu meyaksikan Tuhan membawa anggota baru ke rumah ini..
Tuhanku yang kukasihi,
Terima kasih karena mengantarku ke rumah ini
Terima kasih karena membawaku ke keluarga ini
Karena kutahu bahwa aku selalu menemukan yang baru disini..
Selalu ada senyuman baru
Selalu ada hadirat-Mu dan wahyu yang baru
Selalu ada kasih persaudaraan yang tulus ikhlas dan penuh kehangatan
Tuhanku yang baik,
Aku selalu mau kembali ke rumah ini
Aku selalu mau kembali ke keluarga ini
Karena aku menyadari, apa yang mereka lakukan bukanlah sekedar acara..
Setiap hari Minggu adalah momen perjumpaan pribadi kami dengan Bapa kami, dengan Penebus kami, dan dengan Penasihat Agung kami..
Setiap hari Minggu adalah momen perjumpaan kami dengan kasih yang luar biasa dengan saudara-saudara kami..
Aku takkan melewatkan momen ini setiap Minggunya..
Aku juga akan mengajak teman-temanku untuk datang ke rumah ini..
karena aku tahu,
Selalu ada yang baru di sini!
RL, April 2012
Langganan:
Postingan (Atom)